Pekan Ketiga September: Kasus Covid-19 Turun Drastis

Kode batang (QR Code) aplikasi PeduliLindungi di Pintu Gerbang Utama Timur, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Selasa (14/9/2021). Taman Impian Jaya Ancol menjadi salah satu dari 20 destinasi wisata yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai lokasi uji coba tahap awal penerapan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk tempat wisata di masa PPKM. ANTARA FOTO - Aprillio Akbar
28 September 2021 15:27 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri Koodinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, bahwa angka kasus Covid-19 harian di wilayah Jawa dan Bali turun 98 persen per 26 September 2021 dibandingkan dengan puncak kurva gelombang kedua pada 15 Juli 2021.

“Jadi angka kasus harian 26 September itu 864 kalau dikurangi hari ini lebih rendah lagi atau setara dengan 6 Juli 2020,” katanya dalam konferensi pers evaluasi PPKM, dikutip dari YouTube Setpres, Senin (27/9/2021).

Kasus aktif di Jawa dan Bali juga tercatat menurun 96 persen, jika dibandingkan dengan puncaknya yaitu 24 Juli 2021.

Data Satgas Penanganan Covid-19 menunjukkan per 26 September 2021, kasus aktif di wilayah Jawa dan Bali mencapai 15.895 atau kurang lebih setara dengan 27 Juni 2020 yang mencapai 16.362.

Kerumunan di Pangandaran

Luhut mengingatkan, potensi kenaikan kasus positif Covid-19 masih bisa terjadi sewaktu-waktu.

Hal itu disebabkan oleh kerumunan masyarakat yang masih terjadi di tempat wisata.

“Saya mendapat laporan Dandim di Pangandaran lebih 10.000 orang yang datang Minggu kemarin di Pangandaran, walaupun sudah diatur,” jelasnya.

Menurutnya, hal itu harus menjadi perhatian bagi seluruh masyarakat dan aparat keamanan sehingga kejadian serupa tidak terus terjadi.

Kendati demikian, Luhut masih dapat memaklumi terjadi penumpukan masyarakat di tempat wisata karena jengah terus berada di rumah.

“Tapi mungkin orang sudah sangat lelah untuk tinggal di rumah. Itu tinggal pengaturannya, harus kita sama-sama perhatikan karena berbahaya kalau tidak ditangani dengan baik,” imbuhnya.

Kedatangan Orang Asing

Luhut menuturkan bahwa kedatangan orang asing dari luar negeri masih terus dilakukan pengetatan.

Pemerintah memantai negara-negara yang kasusnya cukup tinggi. Dia mencontohkan Amerika Serikat (AS) dan Turki.

“Proses karantina 8 hari kita tetap lakukan. Itu karena berdasarkan hasil epidemiologi, 2 hari sudah langsung bereaksi kalau kena varian Delta,” ucapnya.

PTM

Untuk proses belajar mengajar, pemerintah tengah memulai pembelajaran tatap muka (PTM) secara bertahap dengan pengawasan ketat untuk menekan penyebaran Virus Corona.

DAK-DAU untuk Covid-19

Sementara itu, Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo menekankan, agar dana alokasi umum dan khusus (DAU-DAK) di daerah yang sudah ditandai untuk penanganan Covid-19 dimonitor serapannya.

“Presiden juga mengingatkan, karena ini sudah mulai memasuki triwulan IV/2921, sehingga masing- masing kementerian/lembaga memonitor belanja negara agar pertumbuhan ekonomi bisa terjaga,” katanya.

Sumber : JIBI/Bisnis.com