Kemendikbudristek Sebut 91 Persen Sekolah Sudah Diizinkan PTM Terbatas

Sejumlah siswa mencuci tangannya seusai mengikuti embelajaran tatap muka di SDN Pondok Labu 14 Pagi, Jakarta Selatan, Senin (30/8/2021). Sebanyak 610 sekolah di Ibu Kota menggelar pembelajaran tatap muka secara terbatas dengan protokol kesehatan ketat. ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan
16 September 2021 16:07 WIB Indra Gunawan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kemendikbudristek menyebut dari 514 kabupaten/kota, 471 daerah menerapkan PPKM level 1-3. Dari jumlah sekolah sebanyak 540.000, 91 persen diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

"Jadi ada 490.217 sekolah yang diperbolehkan. Tapi kecepatan daerah dalam melakukan PTM terbatas sangat bervariasi,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek, Jumeri, pada Silaturahmi Merdeka Belajar episode 6, dikutip dari Youtube Kemendikbud RI, Kamis (16/9/2021).

Menurut Jumeri, Provinsi Aceh menduduki peringkat teratas dalam pelaksanaan PTM terbatas. Di sana, persentase jumlah sekolah yang sudah melakukan PTM terbatas ada sebanyak 81 persen.

Secara nasional, kata Jumeri, sekolah yang sudah melakukan PTM terbatas berjumlah 50 persen dari jumlah sekolah yang sudah diizinkan melakukan PTM terbatas.

Jumeri menyampaikan, saat ini sebagian besar komponen pemerintah daerah, pemerintah pusat, guru, peserta didik, dan orang tua, sudah punya tujuan yang sama, yaitu agar sekolah segera bisa dibuka. Itu dilakukan untuk merelaksasi atau menolong anak-anak peserta didik.

“Kita sudah satu frekuensi untuk segera membuka sekolah, untuk merelaksasi anak-anak kita, menolong anak-anak kita. Soal beda waktu membuka ini hanya soal perbedaan pertimbangan daerah,” tutur dia.

Dalam sepekan terakhir, Kemendikbudristek melakukan pemantauan secara langsung ke lapangan bersama dengan sejumlah pihak untuk memastikan pelaksanaan PTM terbatas berlangsung aman. Sekolah-sekolah yang berada di Jakarta dan Bogor menjadi target pemantauan langsung tersebut.

Pada Rabu (8/9/2021) lalu, Jumeri bersama dengan Wakil Presiden (Wapres), Ma'ruf Amin melihat langsung pelaksanaan PTM di sejumlah sekolah di Jakarta. Sekolah yang dikunjungi, antara lain SD Tarakanita V di Jakarta Timur, SPK SMAK Penabur di Jakarta Utara, dan SMKN 19 Jakarta di Jakarta Pusat.

Dari kunjungan tersebut, Wapres berpesan agar sekolah yang menyelenggarakan PTM terbatas tetap waspada dan disiplin melaksanakan prokes. Sebab, pandemi Covid-19 belum berakhir dan itu perlu dilakukan agar PTM terbatas dapat berjalan dengan baik.

Dia berharap, sekolah-sekolah yang menyelenggarakan PTM terbatas dapat melakukan evaluasi setiap pekannya. “Hal-hal yang harus menjadi sorotan utama dari pelaksanaan evaluasi itu soal prokes dan keamanan dari seluruh warga sekolah,” ujar Ma’ruf.

Sumber : JIBI/Bisnis.com