Rencana Pemindahan Ibu Kota Baru Tergantung Pandemi Covid-19

Pradesain Istana Negara berlambang burung Garuda di Ibu Kota Negara (IKN) karya seniman I Nyoman Nuarta - Twitter
03 September 2021 09:07 WIB Dany Saputra News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebut konstruksi Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di wilayah Ibu Kota Negara (IKN) kemungkinan baru dimulaiĀ  2022.

Rencana untuk membangun kantor pemerintahan di wilayah IKN baru Indonesia, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, akan menyesuaikan dengan perkembangan pandemi Covid-19 dan penanganannya.

"Kalau semuanya nanti berjalan seperti yang diharapkan, 2022 sudah mulai bangun kantor, istana. Semua melihat PPKM, baru kita melihat hasilnya. Kita harus melihat secara nasonal, di Jakarta sudah oke [membaik], tapi di luar [Jakarta] masih tinggi," jelas Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy S. Prawiradinata pada acara diskusi bersama media di kantor kementerian, Kamis (2/9/2021).

Rudy menegaskan bahwa seluruh proses pemindahan IKN dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur akan sangat tergantung dengan kondisi pandemi Covid-19.

Meski begitu, Rudy menerangkan pemerintah masih tetap menaruh pehatian pada pemindahan IKN. Dia mengatakan bahwa pemerintah masih bisa mengejar target pemindahan IKN di 2045.

Adapun, sesuai dengan masterplan yang telah diselesaikan, pemindahan IKN ditargetkan selesai pada 2045. Pada masterplan tersebut telah disiapkan rancangan pembangunan secara menyeluruh sampai pengembalian fungsi penghijauan di IKN baru.

"Semua itu akan tergantung dengan kondisi [Covid-19]. Semua terkait dengan [kondisi] Covid-19. Itu kuncinya," tegasnya.

Adapun, menurutnya pembangunan IKN baru adalah game-changer bagi perekonomian. Proyek pembangunan yang diperkirakan memakan waktu hingga 20 tahun itu, dinilai bisa menyerap tenaga kerja.

"Kalau [proyek] bergerak, semua ekonomi akan bergerak. Kesempatan kerja bergerak. Yang dulu lepas kerjaan bisa cari di situ. Konstruksi bisa menyerap sampai 13 ribu tenaga kerja," katanya.

Sumber : Bisnis.com