Pengesahan 724 Calon Warga PSHT Karanganyar Malam Ini Dikawal Ketat
Pengesahan 724 calon warga PSHT Karanganyar dikawal 750 personel polisi. Penyekatan dilakukan di perbatasan untuk mencegah rombongan luar daerah.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SUKOHARJO—Nasib tragis menimpa Samsudi, 24, buruh pabrik asal Kemalang, Kabupaten Klaten. Dia ditemukan gantung diri di kamar indekos di Kampung Tegalrejo, Kelurahan Jetis, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah pada Selasa (31/8/2021) petang.
Korban nekat mengakhiri hidupnya gara-gara putus cinta. Ironisnya lagi jasad korban baru ditemukan setelah tiga hari meninggal dunia. Sontak kejadian ini menggemparkan warga setempat.
BACA JUGA: Hendak Bangun Lapangan Sepak bola, Warga Jambidan Banguntapan Temukan Wajan Raksasa
Berdasarkan informasi yang dihimpun JIBI, korban bertemu dengan pacarnya bernama Betty Y, 21 pada Sabtu (28/8/2021) di tempat indekos korban sekira pukul 22.00 WIB. Saat itu Betty datang untuk mengambil masker. Seusai mengambil masker, Betty lantas pulang ke tempat indekosnya.
Setelah sampai di tempat indekos, Betty dan korban berkomunikasi melalui Whatsapp (WA). Saat komunikasi itulah, Betty memutuskan hubungan cintanya dengan korban dengan alasan korban telah selingkuh darinya. Tak terima diputus, korban lantas memblokir nomor Betty dari kontak handphone. Kondisi sama juga dilakukan Betty hingga keduanya tak saling berkomunikasi.
"Setiap terjadi masalah korban diketahui sering mengancam sang pacar akan bunuh diri kalau diputuskan cintanya," ungkap AKP Marlin Kapolsek Sukoharjo Kota kepada JIBI, Rabu (1/9/2021).
Pemilik tempat indekos sempat melihat korban membeli makanan secara online pada Minggu (29/8/2021) sekitar pukul 18.00 WIB. Sejak saat itu tidak ada yang pernah melihat korban keluar dari kamar indekos. Teman korban juga tidak bisa menghubungi korban karena HP tidak aktif.
"Hari Selasa pukul 16.00 WIB ini, pacarnya mendatangi tempat indekos korban untuk mencarinya. Karena korban dihubungi tidak bisa," kata Kapolsek.
Namun baru sampai di depan kamar indekos, sang pacar sudah mencium bau busuk dengan kondisi pintu kamar dalam keadaan terkunci dari dalam. Merasa curiga, sang pacar lantas memberitahukan pemilik tempat indekos serta pengurus RT. Saat itu korban ditemukan dalam kondisi gantung diri. Kemudian laporan ditindaklanjuti ke Polsek Sukoharjo Kota. Polisi bersama petugas kesehatan puskesmas setempat tiba di lokasi. Dibantu tim SAR dengan menggunakan pakaian alat pelindung diri (APD) mengevakuasi jasad korban.
"Hasil pemerisksaan di lokasi kejadian korban gantung diri dengan menggunakan tali tambang warna biru yang diikatkan dileher dan teralis jendela kamar," kata Kapolsek.
BACA JUGA: Angka Kematian Masih Tinggi Jadi Penyebab Level PPKM Belum Turun
Saat ditemukan korban dalam keadaan sudah meninggal dan tubuh mulai bengkak serta mengeluarkan aroma busuk. Korban hanya memakai celana pendek warna krem tanpa menggunakan pakaian. "Berdasarkan pemeriksaan petugas kesehatan tidak ditemukan tanda penganiayaan, korban telah meninggal kurang lebih 40 jam," katanya.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban diduga nekat bunuh diri karena diputuskan cinta oleh kekasihnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Pengesahan 724 calon warga PSHT Karanganyar dikawal 750 personel polisi. Penyekatan dilakukan di perbatasan untuk mencegah rombongan luar daerah.
Razia gabungan di Rutan Kelas I Surakarta menemukan korek api, besi hingga penjepit kertas. Narkoba dan handphone tidak ditemukan.
BMKG mendeteksi sebaran debu vulkanik Gunung Dukono, Ibu, dan Semeru. Gunung Ibu kembali erupsi pada Sabtu pagi.
Harga BBM 19 September 2026 masih mengikuti penyesuaian awal bulan. Cek harga Pertamina, BP-AKR, Vivo, dan Shell terbaru.
Prabowo akan menggelar ratas membahas pendidikan negeri gratis dari SD hingga universitas serta sumber pembiayaannya.
Sahroni meminta Polri dan Komdigi menggandeng TikTok serta Meta memblokir akun yang digunakan untuk provokasi tawuran.