Advertisement
Diduga Ada Masalah Keluarga, Lansia di Wonogiri Ini Nekat Gantung Diri
Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, WONOGIRI — Seorang pria lanjut usia inisial, MRN, 59, ditemukan meninggal dunia dalam keadaan gantung diri di gubuk tengah sawah di Dusun Blimbing, Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Kamis (25/8/2022). Korban nekat mengakiri hidup dengan gantung diri lantaran diduga memiliki masalah internal dengan keluarga.
Korban yang berprofesi sebagai petani itu sempat tidak pulang ke rumah selama dua hari sebelum melakukan bunuh diri. Korban berangkat ke sawah pada pukul 04.30 WIB untuk memupuk tanaman padi.
Advertisement
Kapolres Wonogiri, AKBP Dydit Dwi Susanto, melalui Kasubsi Penmas Polres Wonogiri, Aiptu Iwan Sumarsono, mengatakan korban ditemukan meninggal dunia dalam keadaan gantung diri di gubuk sawah oleh istri, SKM dan anaknya, IK.
Semula, istri dan anak korban menyusul ke sawah berencana membantu memupuk tanaman padi, pukul 07.30 WIB. Sampai di sawah, istri dan anak korban terperanjat kaget melihat MRN sudah meninggal dunia dengan gantung diri menggunakan tali tambang plastik di gubuk sawah. Sontak, SKM dan IK berteriak histeris dan meminta tolong kepada warga sekitar.
“Mendengar hal itu, warga sekitar segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Namun tidak berani mendekati korban. Akhirnya warga melaporkan kejadian nahas tersebut ke perangkat desa dan Polsek Ngadirojo,” kata Iwan, Kamis (25/8/2022).
Anggota Polsek Ngadirojo, Tim Kesehatan Puskesmas Ngadirojo, dan Tim Inafis Polres Wonogiri mendatangi TKP untuk melakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan.
MRN murni melakukan tindakan bunuh diri dibuktikan dengan ditemukannya ciri-ciri orang bunuh diri dengan gantung diri. Hal itu seperti terdapat bekas lilitan tali di leher, lebam di punggung kanan dan kiri, lidah terkunci gigi, dan keluar cairan sperma dari alat kelamin.
“Korban gantung diri itu diduga karena ada permasalahan keluarga. Sebelum meninggal dunia, korban tidak pulang ke rumah selama dua hari. Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menuntut tindakan autopsi,” kata dia.
Catatan Redaksi:
Berita ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan hal serupa. Bila Anda atau teman Anda menunjukkan adanya gejala depresi yang mengarah ke bunuh diri, silakan menghubungi psikolog atau layanan kejiwaan terdekat. Anda juga bisa menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes di 1500-567.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Dari Banjir Aceh ke Lonjakan Ekspor, Kafe Tanjoe Kopi Eksis di Jogja
Advertisement
Berita Populer
- Dari Banjir Aceh ke Lonjakan Ekspor, Kafe Tanjoe Kopi Eksis di Jogja
- Viral Pria Ditemukan Tewas di Dekat Stasiun Tugu, Mobil Terbuka
- Sesar Lawanopo Aktif Ancam Gempa Besar hingga 7,6 di Sultra
- Halalbihalal Alumni Janabadra Jogja, Perkuat Jejaring Nasional
- Glamping DeLoano Menoreh Dibuka Lagi, Sensasi Menginap di Hutan Pinus
- Hasil Survei: Kepercayaan Publik ke Prabowo-Gibran Masih Tinggi
- Hanya 2,8 Persen ASN Jogja WFH, Evaluasi Digelar Akhir April
Advertisement
Advertisement







