Kini Keluar Masuk Jateng Wajib Vaksin

Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol. Rudy Syafirudin, bersama Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. M. Iqbal Alqudusy, menggelar jumpa pers terkait persyaratan vaksin untuk masuk wilayah Jateng di Mapolda Jateng, Kamis (26/8/2021). - JIBI/Solopos /Imam Yuda S.
26 Agustus 2021 14:47 WIB Imam Yuda Saputra News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG—Aparat Polda Jawa Tengah (Jateng) bakal kembali melakukan penyekatan di jalur perbatasan antarkabupaten/kota maupun antarprovinsi. Penyekatan dilakukan untuk memeriksa pengguna kendaraan yang belum mendapat vaksin Covid-19.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Pol. Rudy Safirudin, mengatakan penyekatan secara intensif akan mulai diterapkan akhir pekan ini. Penyekatan akan berlangsung hingga waktu yang belum ditentukan dan digelar setiap akhir pekan, yakni Jumat-Sabtu.

BACA JUGA: DPR Dorong Pemerintah Cari Jalan Keluar untuk Pembelajaran Tatap Muka

"Penyekatan akan kami lakukan Jumat, Sabtu dan Minggu, karena hari-hari itu banyak pengguna kendaraan yang masuk ke Jateng, baik untuk rekreasi maupun mengunjungi sanak saudara," ujar Rudy saat menggelar konferensi pers di Mapolda Jateng, Kota Semarang, Kamis (26/8/2021).

Rudy mengatakan nantinya pengemudi yang masuk maupun keluar wilayah Jateng akan diperiksa melalui aplikasi pedulilindungi. Namun jika tidak memiliki aplikasi, pengguna kendaraan bisa menunjukkan surat atau sertifikat vaksin.

"Kalau belum divaksin, nanti akan kami arahkan. Polres-polres di Jateng kan banyak yang menyediakan vaksin. Selain itu banyak juga gerai-gerai vaksin," imbuh Dirlantas Polda Jateng.

Rudy berharap dengan adanya kegiatan ini program percepatan vaksinasi yang dicanangkan pemerintah bisa segera terlaksana.

"Jadi penyekatan ini tujuannya bukan penindakan. Ini lebih ke membantu program percepatan vaksin," tegas Rudy.

70 Titik

Rudy menambahkan total ada 71 titik yang akan dilakukan penyekatan vaksin di 35 kabupaten/kota di Jateng. Ke-71 titik itu tersebar di jalur perbatasan bukan tol.

Sementara di jalur tol, ada 12 lokasi rest area yang dilakukan penyekatan vaksin. Meski demikian, di jalur tol penyekatan hanya bersifat mobile.

"Kalau di jalur perbatasan kabupaten/kota dan provinsi kami dirikan pos penyekatan. Tapi, kalau di tol kita sifatnya mobile tidak stay," imbuh Rudy.

BACA JUGA: Merapi Muntahkan 16 Kali Guguran Lava Pijar dalam 6 Jam

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Iqbal Alqudusy, mengatakan penyekatan terbukti efektif menekan mobilitas warga yang berimbas pada penurunan kasus Covid-19.

"Selama PPKM Darurat kemarin kita lakukan penyekatan yang cukup efektif menurunkan angka Covid-19. Tapi kita tidak boleh terlena. Kita tidak berharap kasus Covid-19 tinggi lagi. Makanya, kita tetap lakukan kontrol melalui penyekatan," kata Iqbal.