Selain Kesehatan, Jokowi Tetap Prioritaskan Infrastruktur

Tangkapan layar Presiden Joko Widodo melepas Merdeka Ekspor produk pertanian melalui 17 pintu ekspor, baik lewat bandar udara maupun pelabuhan laut di berbagai daerah, Sabtu (14/8/2021). - Youtube @sekretariat presiden
16 Agustus 2021 13:07 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah tidak hanya konsentrasi pada masalah kesehatan di tengah pandemi. Pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas untuk mendorong pemerataan ekonomi yang masih sangat timpang.

“Pengembangan SDM berkualias tetap jadi prioritas. Penyelesaian pembangunan infrastruktur yang murahkan logistik untuk membangun dari pinggiran dan mempersatukan Indonesia terus diupayakan,” katanya pada pidato kenegaraan di Kompleks Parlemen, Senin (16/8/2021).

Jokowi menjelaskan bahwa reformasi struktural dalam rangka memperkuat pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan juga tetap menjadi agenda utama.

Sementara masalah kesehatan, kemandirian industri obat, vaksin, dan alat-alat kesehatan masih menjadi kelemahan serius yang harus kita pecahkan di tengah pandemi. 

Akan tetapi ada hikmah di situ. Presiden menambahkan bahwa pandemi telah mempercepat pengembangan industri farmasi dalam negeri. Termasuk pengembangan vaksin merah-putih, dan oksigen untuk kesehatan. 

“Ketersediaan dan keterjangkauan harga obat akan terus kita jamin dan tidak ada toleransi sedikit pun terhadap siapapun yang mempermainkan misi kemanusiaan dan kebangsaan ini,” jelasnya. 

Di saat yang sama, pemerintah, tambah Jokowi bekerja keras mengerahkan semua sumber daya demi mengamankan pasokan kebutuhan vaksin nasional. 

Indonesia juga terus memperjuangkan kesetaraan akses terhadap vaksin untuk semua bangsa. Sebab, menurutnya perang melawan Covid-19 tidak akan berhasil jika ketidakadilan akses terhadap vaksin masih terjadi. 

“Melalui diplomasi vaksin ini, kita telah menunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia berperan aktif untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” ucapnya.

Sumber : JIBI/Bisnis.com