PPKM Level 4 Berakhir, Target 324.000 Testing Gagal Dicapai

Petugas medis di RSUD Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah, tengah melayani pemeriksaan tes swab PCR. - Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif
25 Juli 2021 15:57 WIB Edi Suwiknyo News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Masa perpanjangan pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat dan level 4 akan berakhir hari ini. Pemerintah belum memberikan penjelasan secara resmi kebijakan yang akan ditempuh pasca PPKM level 4.

Namun demikin, jika ditilik kebelakang, PPKM level 4 sejatinya belum sesuai ekspektasi pemerintah. Soal target testing, misalnya, masih jauh panggang dari api.

Pada Sabtu kemarin jumlah orang yang ditesting hanya sebanyak 202.385 orang. Padahal, pemerintah menargetkan 324 ribu testing selama pelaksanaan PPKM Darurat.

BACA JUGA : 1.012 Pelanggaran PPKM Darurat Terjadi di Jogja

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito sebelumnya menuturkan rendahnya testing tersebut karena pemerintah memprioritaskan pemeriksaan spesimen bagi suspek dan kontak erat pasien konfirmasi positif Covid-19.

 “Terkait testing saat ini mengedepankan prinsip prioritas yaitu mendahulukan suspek dan kontak erat dari kasus konfirmasi hal ini bertujuan untuk menurunkan angka positivity rate nasional yang sampai Minggu Ketiga Juli mencapai 28,27 persen,” kata Wiku melalui konferensi pers daring, Kamis (22/7/2021).

Berdasarkan laporan Satgas Covid-19, Wiku mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi sebanyak 661 kasus yang berasal dari varian Delta di Pulau Jawa dan Bali.

Belakangan, varian Delta itu menjadi beban serius di fasilitas kesehatan dan laboratorium terkait upaya perawatan dan penelusuran kontak erat.

Kendati demikian, dia meminta masyarakat untuk melihat tren realisasi pemeriksaan spesimen Covid-19 per satu pekan sesuai dengan saran Badan Kesehatan Dunia atau WHO. Dia beralasan, pemeriksaan spesimen per hari bakal terlihat fluktuatif.

“Indonesia sudah 4 kali dari standar testing WHO, untuk waktu

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia