Nyeri Dada Seperti Ditusuk Bisa Jadi Tanda Robekan Aorta Mematikan
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Ilustrasi Obat COvid-19./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Farmasi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Keri Lestari menyatakan paket obat terapi Covid-19 yang diberikan Presiden Joko Widodo secara gratis berupa vitamin, antivirus, dan antibiotik.
“Dalam kondisi kedaruratan seperti sekarang, di mana kondisi obat juga dirasakan sulit ada di lapangan, memang dibagikan setelah pasien mendapat resep dokter dari program telemedicine, khusus untuk pasien orang tanpa gejala dan yang bergejala ringan,” katanya, Selasa (13/7/2021).
BACA JUGA : Polda Ancam Tindak Tegas Penimbun Oksigen dan Obat Covid-19 di Jogja
Keri mengatakan, program tersebut akan melibatkan personel TNI untuk pendistribusian paket obat kepada masyarakat tidak mampu dan membutuhkan.
Untuk pasien orang tanpa gejala (OTG), kata Keri, akan memperoleh paket vitamin C, vitamin D dan zinc. Sementara itu, untuk pasien bergejala ringan harus diberikan berdasarkan resep dokter, sebab paket obat terapi Covid-19 yang diberikan mengandung antivirus dan antibiotik.
“Khusus yang bergejala ringan juga diberikan paketnya dua, sama yang vitamin,” katanya.
Menurut Keri, pemberian vitamin bagi pasien OTG tidak memiliki risiko tinggi terhadap efek samping, kecuali vitamin C dosis tinggi yang dapat memengaruhi orang-orang dengan gangguan lambung.
BACA JUGA : Covid-19 di DIY Hari Ini Meledak, Sehari 2.731 Orang Terkonfirmasi Positif
Menurutnya, SAR-CoV-2 penyebab COVID-19 berkriteria self limited disease atau penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya tanpa ada perawatan khusus, sehingga pemberian vitamin bagi pasien OTG berfungsi untuk memperkuat daya tahan tubuh.
Adapun, bagi pasien bergejala ringan dengan ciri demam di bawah 38 derajat celcius, batuk, anosmia, saturasi oksigen minimal 95 ke atas, akan diberikan obat terapi yang mengandung antivirus dan antibiotik, serta paket vitamin C, D dan zinc.
“Program ini khusus untuk mereka yang menjalani isolasi mandiri, karena untuk obat pasien bergejala sedang dan berat itu sudah langsung tersalur ke rumah sakit,” ujarnya.
Dia juga menyebutkan, akses masyarakat untuk memperoleh paket obat terapi Covid-19 dari Presiden perlu melalui data dari hasil pemeriksaan swab PCR/antigen yang terhubung dalam data New All Record (NAR) yang terkoneksi aplikasi PeduliLindungi.
BACA JUGA : Pasien Isoman Covid-19 di DIY Dijatah Obat Gratis, Begini Cara Mendapatkannya
“Cari laboratorium yang terkoneksi dengan NAR, baru nanti dari Kemenkes mengirim pesan WhatsApp ke pasien sebagai akses konsultasi dokter lewat telemedicine. Setelah diperoleh resep elektronik akan dapat obat yang dibantu oleh TNI,” ucapnya.
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo akan meluncurkan 300.000 paket obat gratis bagi penderita Covid-19 pada pekan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Viral perempuan bongkar dugaan perselingkuhan suami lewat data misterius pada timbangan pintar atau smart scale di rumahnya.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.