Advertisement
Apakah Indonesia Jadi Negara yang Gagal Menangani Pandemi Covid-19?
Petugas memakamkan jenazah Covid-19, di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Petugas administrasi TPU Pondok Ranggon mengatakan saat ini jumlah makam yang tersedia untuk jenazah dengan protokol Covid-19 tersisa 1.069 lubang makam dan diperkirakan akan habis pada Oktober apabila kasus kematian akibat Covid-19 terus meningkat. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Partai pendukung pemerintah, PPP menepis pernyataan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas yang mengaku khawatir Indonesia akan menjadi negara gagal (failed nation) lantaran tidak mampu menyelamatkan rakyat dari pandemi Covid-19.
"PPP optimistis bahwa Indonesia tidak akan menjadi failed nation, dan mampu melewati pandemi Covid-19 ini pada akhirnya," kata Wakil Ketua Umum PPP, Arsul Sani kepada wartawan, Kamis (8/7/2021).
Advertisement
Menurut Arsul, untuk menghadapi pandemi Covid-19 ini memang membutuhkan proses hingga kesabaran serta kerja keras dari pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
"Nah, PPP yakin kalau negara lain pada akhirnya bisa melewati, maka Indonesia juga akan bisa melewati pandemi ini," ujarnya.
Atas dasar itu, Wakil Ketua MPR tersebut mengajak semua pihak termasuk elemen-elemen masyarakat untuk bersama-sama pemerintahan turut andil menanggulangi pagebluk Covid-19 di Tanah Air yang semakin mengkhawatirkan.
"PPP mengajak semua kekuatan politik dan elemen-elemen masyarakat sipil untuk bersama-sama memfokuskan diri bersama jajaran pemerintahan menanggulangi Covid-19," ujarnya.
Ibas sebelumnya mengaku khawatir Indonesia akan menjadi negara atau bangsa gagal akibat tidak mampu menyelamatkan rakyat dari pandemi Covid-19. Pasalnya, terus terjadi lonjakan kasus Covid-19 dan angka kematian yang relatif tinggi beberapa hari ini.
"Begini ya, Covid-19 makin mengganas. Keluarga kita, sahabat kita dan orang-orang di lingkungan kita banyak yang terpapar bahkan meninggal dunia. Sampai kapan bangsa kita akan terus begini? Jangan sampai negara kita disebut sebagai failed nation atau bangsa gagal akibat tidak mampu menyelamatkan rakyatnya," kata Ibas, Rabu (7/7/2021)
Akan tetapi politisi Partai Demokrat Irwan Fecho membela pernyataan Ibas dengan mengatakan bahwa pernyataan failed nation itu harusnya dilihat sebagai masukan pada pemerintah atas kondisi penanganan Covid-19 yang masih jauh dari standar dan keberhasilan.
Diharapkan pemerintah dan koalisi tidak terlalu berfikir negatif terhadap masukan dan langsung memberikan judgment terkait statement tersebut.
“Ini kan merupakan hal yang positif agar juga bisa menjadi pemicu untuk bisa memunculkan kreatifitas, memunculkan koordinasi yang efektif dan kreatif,” katanya.
Harus diingat bahwa Fraksi Partai Demokrat memberikan dukungan penuh pada pemerintah dalam penanganan Covid-19 dan juga pemulihan ekonomi nasional melalui dukungan atas Perpu Nomor 1 Tahun 2020, katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KLH Siapkan Gugatan Triliunan Perusahaan Pemicu Banjir Sumatera
- Anwar Ibrahim Umumkan Malaysia Ikut Misi Kemanusiaan Gaza
- Indonesia Pulangkan 27.768 WNI dari Konflik dan Kejahatan Global
- Iran Memanas, Reza Pahlavi Ungkap Peta Jalan Transisi
- Kisah Inspiratif: Penjual Es Kelapa Daftarkan 24 Keluarga untuk Haji
Advertisement
Sadar Konservasi, Warga Ngemplak Serahkan Elang Jawa ke BKSDA
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Murai Batu Rp150 Juta di Pleret Bantul Dicuri, Aksi Terekam CCTV
- Ibunda Dali Wassink Restui Rencana Pernikahan Jennifer Coppen
- KPK Dalami Dugaan Aliran Uang Kuota Haji ke Pengurus PBNU
- Skandal Upeti Polisi Malaysia, Terima Suap Lindungi Bisnis Ilegal
- Pilur Serentak Bantul 2026, Pemkab Siapkan Anggaran Rp3,8 Miliar
- Line-up dan Prediksi Skor Newcastle vs Man City di St James' Park
- Musim Hujan Rawan Leptospirosis, 13 Warga Bantul Meninggal di 2025
Advertisement
Advertisement




