Ini Saran WHO agar Indonesia Tak Kalah Melawan Covid

Lokasi vaksinasi Covid-19 untuk warga usia 18 tahun ke atas di RSUD Kota Bandung, Jawa Barat - Pemkot Bandung
27 Juni 2021 18:17 WIB Ika Fatma Ramadhansari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan pentingnya keterlibatan dan dukungan masyarakat untuk mengendalikan pandemi seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia.

Masyarakat bisa berperan melalui penerapan perlindungan yang lebih ketat yang dijelaskan WHO dalam laporan situasi Covid-19 di Indonesia yang dikutip pada Sabtu (26/6/2021).

“Keterlibatan dan dukungan masyarakat (pelaksanaan perlindungan pribadi yang ketat langkah-langkah) akan sangat membantu untuk mengendalikan pandemi,” tulis WHO dalam laporan yang diterbitkan pada Rabu (23/6/2021).

Sabtu (26/6/2021), Indonesia kembali menembus rekor kasus harian. Satuan Tugas Covid-19 melaporkan jumlah kasus positif Covid-19 pada hari ini sebanyak 21.095 orang. Sebelumnya rekor kasus tertinggi tercatat pada Jumat (24/6/2021) yang mencatatkan tambahan 20.547 orang positif virus Covid-19.

WHO dalam laporannya menjelaskan pada dua pekan terakhir dimulai pada 10 Juni 2021, setiap minggunya sebagian besar provinsi di Pulau Jawa melaporkan peningkatan jumlah kasus dan juga kematian. Salah satu pemicu kasus Covid-19 di Indonesia adalah masuknya varian Covid-19 yaitu delta.

Selama satu pekan, mulai dari 17 hingga 23 Juni 2021 terdapat rata-rata 13.681 kasus per hari di Indonesia. Oleh karena itu selain peran dari masyarakat, WHO juga merekomendasikan beberapa poin terkait meradangnya kasus Covid-19 di Indonesia.

Berikut saran WHO :

Pertama, diperlukan tindakan segera terkait potensi lonjakan kasus di provinsi yang disorot warna merah yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur dan Banten. Tingkat hunian tempat tidur juga telah dilaporkan tinggi di semua ini provinsi dan dipertimbangkan dalam penilaian risiko.

Kedua, implementasi pengetatan kesehatan masyarakat dan tindakan sosial (PHSM) di seluruh negeri, bahkan saat vaksinasi sangat penting. PHSM bekerja bahkan dalam konteks varian yang menjadi perhatian seperti yang ditunjukkan di India dan negara-negara lain yang menghadapi gelombang kasus.

Ketika ada tanda-tanda lonjakan kasus, dan mengingat beberapa varian Covid-19 memiliki transmisibilitas yang jauh lebih tinggi, penyesuaian PHSM yang tepat waktu sangat penting, termasuk penggunaan tindakan tegas (seperti gerakan pembatasan/penguncian) secepat mungkin.

Ketiga, tingkat pengujian yang tidak memadai di sebagian besar provinsi terus menjadi perhatian. Tanpa tingkat pengujian yang ditingkatkan, banyak provinsi yang tidak dapat mengisolasi kasus terkonfirmasi tepat waktu dan tidak dapat memenuhi standar pengawasan atau melakukan pelacakan dan melakukan karantina tepat waktu.

Keempat, memperkuat pengawasan genomik dan menyelidiki klaster varian virus, hal tersebut sangat penting saat mengonfirmasi kasus.

Kelima, ada kebutuhan untuk segera bersiap menghadapi lonjakan kasus, termasuk memastikan ketersediaan ruang isolasi, suplai oksigen, peralatan medis, personal alat pelindung diri (APD), rumah sakit lapangan keliling, kantong jenazah, serta tambahan sumber daya manusia.

Keenam, keterlibatan dan dukungan masyarakat (pelaksanaan perlindungan pribadi yang ketat langkah-langkah) akan sangat membantu untuk mengendalikan pandemi.

Ketujuh, vaksinasi juga perlu dipercepat, terutama bagi lansia dan rentan populasi dan orang dengan penyakit penyerta.

Sumber : JIBI/Bisnis.com