Covid-19 Memanas, Pemprov DKI Minta RS Bangun Tenda Darurat

Ilustrasi - Tenaga medis dengan alat dan pakaian pelindung bersiap memindahkan pasien positif Covid-19 dari ruang ICU menuju ruang operasi di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, Rabu (13/5/2020). - Antara
25 Juni 2021 09:07 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Guna menampung pasien positif Covid-19 di Ibu Kota, Dinas Kesehatan DKI Jakarta memerintahkan setiap rumah sakit untuk mendirikan tenda darurat berkapasitas besar pada ruangan terbuka. 

Amanat itu tertuang dalam Surat Ederan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Nomor 6745/-/773 tertanggal 21 Juni 2021. Surat itu ditujukkan kepada seluruh direktur atau kepala rumah sakit se-DKI Jakarta.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menerangkan langkah itu diambil menyusul terjadinya peningkatan kasus Covid-19 di Ibu Kota selama dua pekan terakhir.

“Perlu ditindaklanjuti dengan pengembangan kapasitas tempat tidur perawatan pasien Covid-19 secara cepat di seluruh rumah sakit wilayah DKI Jakarta,” kata Widyastuti seperti dikutip dari SE tersebut, Kamis (24/6/2021).

Widyastuti meminta Direktur atau Kepala Rumah Sakit se-DKI Jakarta untuk memanfaatkan keberadaan ruangan berkapasitas besar seperti auditorium, aula, ruangan pertemuan, ruang serba guna, untuk diubah menjadi ruang perawatan pasien Covid-19.

Baca juga: Covid-19 Meroket, Hong Kong Larang Semua Penerbangan dari Indonesia

“Dengan tetap memperhatikan zonasi Rumah Sakit dan alur pelayanan pasien Covid-19 sesuai kaidah pencegahan dan pengendalian infeksi,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia meminta pengelola rumah sakit untuk mendirikan tenda darurat berkapasitas besar pada ruang terbuka di lingkungan rumah sakit seperti halaman, tempat parkir, sarana olahraga. Kawasan itu dialihfungsikan menjadi area rumah sakit darurat yang berfungsi sebagai perluasan ruang perawatan Covid-19.

“Segera menyampaikan kebutuhan bantuan tenda, velbed, obat-obatan, perbekalan kesehatan dan alat-alat kesehatan lainnya terkait pelayanan Covid-19 kepada Dinkes DKI Jakarta,” tegasnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatatkan kasus baru konfirmasi positif Covid-19 mencapai 7.505 pasien pada Kamis (24/6/2021). Pencatatan itu diperoleh dari tes PCR sebanyak 25.575 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.460 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 7.505 positif dan 12.955 negatif.

“Kami di Pemprov DKI Jakarta mengimbau seluruh warga meningkatkan kewaspadaan dan semakin taat protokol kesehatan, karena penularan Covid-19 yang kian cepat. Patuhi aturan yang berlaku sebagai upaya kita bersama dalam menekan penyebaran virus ini,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Jakarta Dwi Oktavia di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (24/6/2021).

Berdasarkan data Dinkes DKI, distribusi 7.505 kasus positif hari ini tersebar di Kepulauan Seribu 2 kasus, Jakarta Barat 1.550 kasus, Jakarta Pusat 836 kasus, Jakarta Selatan 1.105 kasus, Jakarta Timur 2.310 kasus, dan Jakarta Utara 954 kasus, serta data kasus yang masih dalam proses verifikasi sebanyak 748.

Adapun, Kecamatan dengan jumlah kasus terbanyak, antara lain Ciracas 350 kasus, Cipayung 341 kasus, Kembangan 322 kasus, dan Pulo Gadung 305 kasus.

Jumlah kasus aktif di Jakarta pada hari ini naik sejumlah 5.195 kasus, sehingga jumlah kasus aktif tercatat sebanyak 40.900 orang, sedangkan jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 494.462 kasus.

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh mencapai 445.450 dan total 8.112 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,7 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,7 persen.

Sumber : bisnis.com