Hati-Hati, Restoran dan Kedai Kopi Tingkatkan Risiko Penularan Covid-19

Pengunjung menikmati suasana di kawasan M Bloc Space, Blok M, Jakarta, Sabtu (19/12/2020). Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2021, Pemprov DKI melakukan pembatasan jam operasional restoran hingga pukul 19.00 WIB mulai 18 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021 mendatang. ANTARA FOTO - Rivan Awal Lingga
16 Juni 2021 12:37 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kandidat PhD Ilmu Medis dari Universitas Kobe Adam Prabata menuturkan, restoran, bar atau kedai kopi berpotensi meningkatkan risiko penularan Covid-19 di tengah masyarakat.

“Penularan Covid-19 secara airborne dengan jarak yang jauh dapat terjadi di restoran dan kafe, terutama  yang indoor dengan ventilasi buruk,” tutur Adam melalui instagram pribadinya yang dipantau Bisnis, Rabu (6/6/2021).

Berdasarkan penelitian Fisher Tahun 2020, orang yang terbukti tertular Covid-19 dua kali lebih mungkin untuk makan dan minum di restoran.

Sementara, orang yang terinfeksi juga tiga kali lebih mungkin untuk makan dan minum di bar atau kedai kopi.

“Dalam dua minggu sebelum gejala muncul atau terbukti terinfeksi Covid-19,” kata dia.

Tingginya risiko penularan Covid-19 di lingkungan tersebut, lantaran pengunjung seringkali perlu bersuara lebih keras agar suara mereka bisa terdengar.

Pada saat itu, droplet lebih banyak terbuang dan bersirkulasi. Kendati demikian, dia menegaskan, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa Covid-19 dapat menular melalui makanan dan minuman.

“Memakan makanan dan meminum air juga tidak terbukti dapat menyebabkan penularan Covid-19,” ujarnya.

Dengan demikian, Adam meminta masyarakat untuk tetap menggunakan masker di dalam ruangan tertutup. Di sisi lain, kurangi waktu saat berada di dalam restoran atau kafe.

“Hindarilah jam ramai dan cari restoran atau kafe yang lokasinya outdoor,” pungkasnya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Sumber : Bisnis Indonesia