Proyek Tol Semarang-Demak Seksi 2 Rampung 2022

Jalan Tol Demak. - Kementerian BUMN
13 Juni 2021 13:37 WIB Zufrizal News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Proyek jalan tol SemarangDemak sepanjang 26,7 kilometer terdiri atas dua seksi dibangun dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha. Nilai investasi proyek tersebut mencapai Rp5,4 triliun.

Untuk Seksi 1 (KaligaweSayung) sepanjang 10,39 km, seperti dikutip dari laman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,  Jumat (11/6/2021) merupakan dukungan pemerintah. Sementara itu, Seksi 2 (SayungDemak) sepanjang 16,31 km merupakan tanggung jawab badan usaha jalan tol (BUJT) yakni PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak.

BACA JUGA : Pembebasan Lahan Proyek Tol Semarang

Saat ini progres konstruksi untuk Seksi 2 telah mencapai 41,63 persen dan yang ditargetkan pada Juni 2022 akan rampung konstruksinya dan segera beroperasi. Sementara itu, untuk seksi 1 ditargetkan akan dimulai konstruksinya pada Januari 2022, dan selesai konstruksinya pada tahun 2024.

Jalan tol SemarangDemak yakni, merupakan jalan tol yang pertama yang terintegrasi dengan tanggul laut di Indonesia dan menggunakan sistem polder yaitu dengan adanya dua buah kolam retensi (kolam retensi Terboyo dan Sriwulan).

Kepala BPJT Danang Parikesit menjelaskan , selama pekerjaan dilapangan juga dilakukan dengan menggunakan metode konstruksi cerucuk dan matras bambu dalam mengatasi kondisi tanah yang sangat lunak sehingga metode ini diharapkan semakin mempermudah pelaksanaan konstruksinya.

BACA JUGA : Ini Perkembangan Pembangunan Tol Semarang Demak

"Uniknya, dalam pelaksanaan pembangunan jalan tol SemarangDemak yaitu menggunakan 14.881 titik tiang pancang dengan rata-rata kedalaman 5560 meter, dengan metode daya dukung tiang pancang yang mengandalkan daya dukung friction pile [daya dukung lekat] dikarenakan tekstur tanah yang lunak yakni dengan kedalaman 30—50 meter," ujar Danang. 

Nantinya, jalan tol ini akan memiliki dua buah simpang susun (SS), yakni SS Sayung, dan SS Demak. Selama pelaksanaan pembangunan tol Semarang—Demak tenaga kerja nonpadat karya yang diserap sebanyak 718 orang dan tenaga padat karya sebanyak 2.604 orang tenaga kerja (realisasi hingga Mei 2021).

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia