Presiden Minta Pembelajaran Tatap Muka Digelar 2 Kali Sepekan

Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers terkait vaksin Covid/19 di Istana Merdeka, Rabu, 16 Desember 2020 / Youtube Sekretariat Presiden
07 Juni 2021 16:27 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pelaksanaan pembelajaran tatap muka dilakukan dengan ekstra hati-hati pada tahun ajaran baru nanti. Permintaan itu disampaikan Jokowi menyusul adanya tren peningkatan kasus Covid-19 harian setelah libur lebaran tahun ini.

Instruksi dari Presiden ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin seusai menghadiri rapat terbatas atau Ratas dengan Jokowi di Istana Negara, Senin (7/6/2021).

“Bapak Presiden mengarahkan bahwa pendidikan tatap muka yang nantinya bakal dimulai harus dijalankan dengan ekstra hati-hati, tatap mukanya dilakukan dengan terbatas,” kata Budi dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (7/6/2021).

Prinsip pembelajaran tatap muka terbatas itu di antaranya peserta didik yang hadir maksimal sebanyak 25% dari kapasitas normal. Selain itu, kegiatan pembelajaran hanya dapat dilakukan maksimal dua kali dalam satu pekan dengan durasi maksimal dua jam satu kali pertemuan.

“Dipastikan oleh beliau [Jokowi], pendidikannya dilakukan dengan metode tatap muka terbatas maksimal 25% dari jumlah murid yang hadir, maksimal seminggu dua kali, sekali datang hanya dua jam,” ujarnya.

Hanya saja, dia menegaskan, pilihan terakhir pembelajaran tatap muka itu sepenuhnya diserahkan kepada orang tua atau wali peserta didik yang bersangkutan. Di sisi lain, seluruh tenaga pendidik dan guru mesti telah divaksin Covid-19 terlebih dahulu.

“Opsi menghadirkan anak ke sekolah adalah orang tua, tugas kami adalah semua guru harus selesai divaksinasi sebelum tatap muka terbatas dilaksanakan,” ungkapnya.

Sumber : Bisnis Indonesia