Kematian karena Covid-19 di Kulonprogo Didominasi Lansia

Ilustrasi. - Freepik
01 Juni 2021 13:07 WIB Hafit Yudi Suprobo News Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Angka kematian akibat terpapar Covid-19 di kabupaten Kulonprogo didominasi oleh warga kategori lanjut usia (lansia) sebesar 60 persen. Kematian lansia akibat Covid-19 disertai dengan komorbid atau penyakit penyerta.
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo, Baning Rahayujati, mengatakan penyebab kematian pasien positif Covid-19 khususnya warga lansia dengan usia di atas 60 tahun diakibatkan karena terlambat mendapatkan perawatan medis.
"Terlebih, warga lansia yang memiliki penyakit penyerta [komorbid], itu akan memperburuk kondisi pasien yang terpapar Covid-19. Komorbid yang paling banyak dimiliki pasien Covid-19 di Kulon Progo yakni hipertensi dan diabetes melitus," kata Baning pada Selasa (1/6/2021).
Berdasarkan catatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo, warga yang terpapar Covid-19 di kabupaten Kulonprogo yakni pada usia 41-50 tahun sebesar 11,5 persen, 51-60 tahun sebesar 27,8 persen, 60-70 tahun sebesar 37,3 persen dan 70 tahun ke atas sebesar 16,3 persen. 
"Sementara itu, ada sebanyak 209 lansia yang terpapar Covid-19 di Kulonprogo dengan usia 60 tahun ke atas. Untuk total kematian lansia ada 112 orang atau hampir 60 persen," kata Baning.
Sebelumnya diberitakan, kasus kematian yang disumbang dari kasus Covid-19 di kabupaten Kulonprogo pada bulan Mei 2021 mengalami kenaikan yang signifikan. Kenaikan tersebut perlu diantisipasi oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo karena beberapa bulan sebelumnya angka kematian kasus Covid-19 di Bumi Binangun cenderung landai.
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati mengatakan tren peningkatan kasus kematian akibat Covid-19 memang mulai terlihat sejak bulan Maret dengan angka kasus meninggal dunia sebanyak 12 kasus kematian.
"Kemudian pada April 2021 angka kematian kasus positif Covid-19 di kabupaten Kulonprogo menjadi 19 kasus. Untuk kasus kematian memang perlu kita waspadai. Di catatan kami sejak bulan maret terjadi peningkatan kasus kematian. Baik dari suspek probable maupun confirm, tertinggi ada di bulan Mei sebanyak 27 kasus," kata Baning.
 
Sementara itu, berdasarkan catatan dari gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten Kulonprogo, rata-rata kasus positif Covid-19 di kabupaten Kulonprogo selama tiga bulan terakhir berada di angka 1.040 kasus positif Covid-19. 
"Sedangkan, kasus positif Covid-19 yang terhitung sampai dengan akhir bulan Mei 2021 ini mencapai sekitar 718 kasus. Untuk perubahan kasus konfirmasi positif memang tidak ada perubahan signifikan, namun untuk kematian ini yang memang perlu diwaspadai," kata Baning.
Tertib Prokes 
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo Fajar Gegana, mengatakan angka kasus positif Covid-19 yang masih terbilang tinggi ditambah dengan angka kematian yang juga melonjak pada bulan Mei membuat dirinya tak bosan-bosannya mengimbau agar warga di kabupaten Kulonprogo menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19 secara ketat.
"Masyarakat di Kulonprogo saya harapkan senantiasa menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19 seperti mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, dan memakai masker," kata Fajar.
Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo Fajar Gegana yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Kulonprogo itu juga mengatakan kemunculan klaster penularan Covid-19 di kabupaten Kulonprogo yang masih terus terjadi imbas dari kelalaian warga serta belum maksimalnya kerja dari gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten Kulonprogo.
"Masyarakat lalai, gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten Kulonprogo juga perlu bekerja dengan keras lagi agar klaster penularan Covid-19 (Sangon) tidak terjadi di wilayah lain yang ada di kabupaten Kulonprogo," kata Fajar