Advertisement
KNKT Sebut Lanjutan Investigasi Sriwijaya Air SJ-182 Bulan Depan
Sejumlah penyelam TNI AL menarik puing yang diduga turbin dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ke atas KRI Rigel-933 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Senin (11/1/2021). - Antara/M Risyal Hidayat
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengaku telah membahas perkembangan lanjutan dari investigasi kecelakaan jatuhnya Sriwijaya Air (SJ-182) bersama sejumlah lembaga internasional, seperti National Safety Board (NTSB), Boeing, Federal Aviaton Administration (FAA), dan Transport Safety Investigation Bearueau (TSIB).
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan dalam pertemuan tersebut membahas terkait dengan pemeriksaan komponen pesawat SJ-182 yang sebelumnya dikirimkan oleh KNKT ke Amerika Serikat. Dari hasil pertemuan juga menyimpulkan pemeriksaan komponen belum selesai dilaksanakan karena ada beberapa kendala antara lain kerusakan pada alat pengetesan komponen.
Advertisement
“Investigasi juga berencana melakukan beberapa simulasi menggunakan simulator dan diharapkan siap pada Juni 2021. Simulasi bakal menggunakan data flight data recorder atau FDR maupun cockpit voice recorder atau CVR,” ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis (27/5/2021).
Selain itu pihak -pihak yang terlibat dalam investigasi ini juga membahas terkait dengan adanya Continued Airworthiness Notification to the International Community atau Canic yang diterbitkan oleh FAA pada 14 Mei 2021. Canic tersebut menyebutkan bahwa Boeing menemukan adanya isu keselamatan berupa potensi kegagalan flap synchro wire yang mungkin tidak terdeteksi oleh autothrottle komputer. Namun demikian berdasarkan data awal dari proses investigasi menunjukkan sangat kecil kemungkinan kecelakaan disebabkan oleh isu yang dimaksud.
"KNKT melihat bahwa Canic yang diterbitkan oleh FAA ini, yang menegarai adanya isu yang teridentifikasi apabila tidak dilakukan perbaikan dapat berakibat kepada kecelakaan," imbuhnya.
Meski demikian KNKT juga belum menemukan keterkaitan antara kegagalan flap synchro wire dengan pergerakan pengatur tenaga mesin. Investigasi masih mendalami data FDR dan CVR termasuk rencana pelaksanaan simulasi jika diperlukan.
Pada tahap Soerjanto masih akan melakukan banyak pemeriksaan dan penelitian sehingga penyebab kecelakaan masih belum diketahui.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- IAEA Kecam Serangan Dekat PLTN Iran, Peringatkan Risiko Nuklir
- Serangan AS-Israel Tewaskan 5 Tentara Iran di Ardabil
- Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
Advertisement
Rekor, Transaksi Harian SPKLU PLN Tembus 18.088 Selama Lebaran 2026
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Event Jogja April: Malam Ini, Guyon Waton dan NDX di Kridosono
- Viral Meteor Langit di Lampung, Ini Fakta Sebenarnya
- Tiket Pesawat Dibatalkan? Begini Cara Refund Uangnya
- Lengkap! Jadwal Misa Paskah 2026 di Jogja, Sleman dan Bantul
- Serangan AS-Israel Tewaskan 5 Tentara Iran di Ardabil
- Lima Nama Muncul di Muscab PKB Sleman, Ini Daftarnya
- Desentralisasi Sampah Dimulai, Pindad Siapkan Teknologi Tanpa Asap
Advertisement
Advertisement







