Pulihkan Hubungan dengan Palestina, Amerika Serikat Buka Kembali Konsulat di Yerusalem

Menlu AS Antony Blinken/Antara - Reuters/Kevin Lamarque
26 Mei 2021 09:47 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengumumkan akan membuka kembali konsulat jenderal di Yerusalem sebagai langkah untuk memulihkan hubungan dengan Palestina. Konsulat sebelumnya berfungsi sebagai kantor otonom yang bertanggung jawab atas hubungan diplomatik dengan Palestina.

Akan tetapi, mantan Presiden Donald Trump menurunkan operasinya dan menempatkannya di bawah otoritas Kedutaan Besar untuk Israel ketika dia memindahkan Kedutaan AS ke Yerusalem.

BACA JUGA : Kapolresta Jogja Khawatir Timbul Klaster Covid-19 di Demo

Langkah itu melanggar kebijakan AS yang sudah berlangsung lama dan membuat marah warga Palestina yang akan menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka.

Blinken tidak memberikan tanggal pasti untuk membuka kembali konsulat itu, tetapi mengatakan langkah itu akan menjadi cara penting bagi negara AS untuk terlibat dan memberikan dukungan kepada rakyat Palestina seperti dikutip Aljazeera.com, Rabu (26//2021).

Blinken mengumumkan langkah tersebut setelah pertemuan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Ramallah,  Tepi Barat yang diduduki.

“Seperti yang saya katakan kepada presiden, saya di sini untuk menggarisbawahi komitmen Amerika Serikat untuk membangun kembali hubungan dengan Otoritas Palestina dan rakyat Palestina,” katanya.

BACA JUGA : Erick Thohir: Masyarakat Ekonomi Syariah Komitmen Dukung

Dia menambahkan, bahwa hubungan itu dibangun di atas rasa saling menghormati dan keyakinan bersama bahwa orang Palestina dan Israel sama-sama layak mendapatkan kesetaraan, keamanan, kebebasan, kesempatan dan martabat.

Berbicara bersama Blinken, Abbas berterima kasih kepada AS atas komitmennya pada solusi dua negara (dan mempertahankan) status quo di Haram al-Sharif," sebuah kompleks suci di Yerusalem tempat umat muslim dan Yahudi beribadah.

Di kompleks itu terdapat Masjid Al-Aqsa, masjid suci ketiga umat Islam.

Selama jumpa pers reguler kemarin, sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan langkah tersebut adalah "langkah alami" dalam membangun kembali hubungan AS dengan Palestina yang menderita di bawah pemerintahan Trump.

“Menurut pandangan kami, ini adalah langkah yang wajar untuk mengumumkan rencana pembukaan kembali konsulat, dan sekali lagi, kami juga mengumumkan komitmen kami untuk menyumbang dana untuk membangun kembali Gaza, jadi ini semua adalah bagian dari upaya kami untuk membangun kembali hubungan,” kata Psaki.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia