Advertisement
Chen Zhi Diekstradisi, China Perketat Perburuan Penipu Siber
Ekstradisi Chen Zhi dari Kamboja - AFP
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Ekstradisi Chen Zhi dari Kamboja menandai eskalasi serius China dalam membongkar jaringan penipuan siber Asia Tenggara yang selama ini terlindungi kepentingan politik dan ekonomi.
Ekstradisi Chen Zhi menjadi sorotan internasional setelah Kementerian Keamanan Publik China merilis video pada Kamis (8/1/2026). Penangkapan ini merupakan buah dari investigasi bersama Beijing dan Phnom Penh selama berbulan-bulan.
Advertisement
Analis dari Global Initiative Against Transnational Organized Crime, Jason Tower kepada AFP menyebut penangkapan ini adalah hasil tekanan diplomatik tertutup China. Beijing dikabarkan enggan jika Chen Zhi jatuh ke tangan hukum Amerika Serikat, mengingat sensitivitas politik dan hubungan sang taipan dengan sejumlah pejabat.
Industri penipuan siber di Asia Tenggara, khususnya di Kamboja dan Myanmar, dinilai sulit diberantas karena faktor-faktor berikut:
BACA JUGA
- Dukungan Internal: Peneliti Harvard University, Jacob Sims kepada AFP menyebut banyak kompleks penipuan beroperasi dengan dukungan kuat oknum otoritas setempat.
- Jaringan Luas: Beijing telah menerbitkan surat perintah penangkapan bagi 100 buronan lain yang diduga sebagai penyandang dana utama industri ini.
- Hukuman Mati: Sebagai peringatan, China sebelumnya telah menjatuhkan vonis mati terhadap belasan anggota geng penipuan di Myanmar utara.
Kasus ini juga mengungkap sisi gelap spionase. She Zhijiang, bos penipuan lain yang kini mendekam di penjara, mengaku pernah menjadi mata-mata intelijen Beijing sebelum akhirnya ditinggalkan. Ia memohon untuk diadili di AS karena mengkhawatirkan transparansi sistem hukum di China.
Mantan Duta Besar Kamboja, Pou Sothirak, menilai keterbatasan sistem peradilan yang tertutup di China mungkin akan menghalangi terungkapnya skema penipuan siber ini secara utuh. Namun, langkah tegas Beijing di awal 2026 ini menunjukkan komitmen untuk membersihkan citra negatif akibat maraknya pekerja migran yang terjebak dalam perbudakan siber di wilayah tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
DP3 Sleman Salurkan Modal untuk 24 Kelompok Ternak, Ini Daftarnya
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Dokter Sebut Gaya Hidup Mager Jadi Musuh Terbesar Jantung
- ATR 42-500 yang Hilang Kontak di Pangkep Terbukti Laik Terbang
- Kanada Siap Kirim Pasukan Dukung Pertahanan Greenland
- Siswa SMP di Gunungkidul Mulai Jalani Tryout Persiapan TKA 2026
- Indonesia Miliki Jutaan Hektare Mangrove, Tertuang di Peta Nasional
- Putusan MK: Wartawan Hanya Bisa Dipidana Setelah Mekanisme Dewan Pers
- Makanan Alami Ini Membantu Redakan Flu dan Batuk
Advertisement
Advertisement



