3 Hari Beruntun, Kasus Covid-19 di Atas 5.000

Presiden Jokowi meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid/19 kepada para pelaku usaha perdagangan di Thamrin City, Jakarta pada Senin, 3 Mei 2021 / Youtube Sekretariat Presiden
22 Mei 2021 17:57 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 mencapai 5.296, Sabtu (22/5/2021).

Dalam 3 hari berturut-turut warga  Indonesia yang positif terinfeksi Virus Corona melampaui angka melewati 5.000 dalam sehari.

Pada Kamis (20/5/2021) dan Jumat (21/5/2021), kasus positif Covid-19 bertambah 5.797 kasus, dan 5.746 kasus.

Penambahan ini menjadikan total kasus konfirmasi infeksi Virus Corona di Indonesia menyentuh 1.769.940 orang.

Sementara itu, kasus sembuh dari Covid-19 bertambah 3.353 pasien pada hari ini. Alhasil, akumulasi kasus sembuh akibat Covid-19 di Tanah Air mencapai 1.629.495 pasien.

Korban meninggal akibat pandemi Covid-19 bertambah 132 orang menjadi 49.205 jiwa.

Spesimen yang diperiksa hari ini sebanyak 81.816, kasus suspek sebanyak 77.996, dan kasus aktif Covid-19 sebanyak 91.240 orang.

Pada hari ini, jumlah warga yang sudah vaksinasi tahap I sebanyak 14.815.666 orang, sementara vaksinasi tahap II sebanyak 9.825.499 orang.

Pemerintah menargetkan jumlah orang yang divaksinasi Covid-19 sebanyak 40.349.049 orang.

Kasus Covid-19 tercatat mulai meningkat sejak setelah Lebaran. Sejak Senin, (17/5/2021), kasus konfirmasi kembali menyentuh angka 4.000 kasus. Angka ini terus meningkat menjadi di atas 5.000 kasus.

Sebelumnya, Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan, bahwa pemerintah harus menggalakkan testing dan tracing sebagai bentuk antisipasi pemerintah karena meningkatnya kerumunan di tempat umum pada saat Lebaran.

Harapannya, kasus positif tidak melonjak dan mencapai kasus harian tertinggi. Akan tetapi, menurut Eko, penambahan kasus tidak bisa dihindarkan.

Di sinilah bisa dilihat seberapa besar kesiapan pemerintah. Apabila jumlah positif Covid-19 dapat ditekan, dipastikan memberi optimisme baru terhadap perekonomian.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia