Krisis Selat Hormuz Ancam Ekonomi Global, Pasokan Minyak Menipis
Krisis Selat Hormuz picu ancaman ekonomi global. IMF, Bank Dunia, IEA, dan WTO soroti pasokan minyak dan energi.
Foto ilustrasi serangan udara, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, WASHINGTON—Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan militer ke sejumlah target di Iran melalui operasi udara dan laut pada Sabtu, (28/2/2026) di tengah meningkatnya ketegangan terkait program nuklir Teheran. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya menekan kemampuan militer Iran sekaligus mencegah pengembangan senjata nuklir.
Serangan tersebut dilaporkan berlangsung setelah Amerika Serikat dan Israel melakukan koordinasi militer terhadap sasaran strategis di beberapa wilayah Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan operasi tempur besar telah dimulai dengan target utama sistem rudal dan kekuatan militer Iran.
Trump sebelumnya pada 20 Februari 2026 memang telah mempertimbangkan opsi serangan terbatas dan mendesak Iran untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklir. Washington menilai Teheran menolak berbagai peluang diplomasi sehingga tekanan militer dianggap sebagai langkah lanjutan.
"Setelah serangan itu, kami memperingatkan mereka untuk tidak pernah melanjutkan upaya milisi mereka dalam mengembangkan senjata nuklir. Kami berulang kali berupaya untuk mencapai kesepakatan, tetapi Iran menolak. Mereka menolak setiap kesempatan," kata Trump.
Ia menambahkan Iran disebut berupaya menghidupkan kembali program nuklir serta mengembangkan rudal jarak jauh yang berpotensi menjangkau Eropa bahkan Amerika Serikat. Kondisi tersebut menjadi alasan utama peningkatan operasi militer Washington terhadap negara tersebut.
Operasi militer yang disebut sebagai bagian dari serangan gabungan itu memicu ketegangan kawasan Timur Tengah, termasuk ancaman balasan dari Iran terhadap Israel serta target kepentingan AS di kawasan. Beberapa laporan juga menyebutkan ledakan terdengar di sejumlah kota Iran termasuk Teheran.
Pemerintah Iran sebelumnya telah memperingatkan bahwa setiap serangan militer, termasuk yang berskala terbatas, akan dianggap sebagai tindakan agresi. Pernyataan tersebut disampaikan pejabat Kementerian Luar Negeri Iran beberapa hari sebelum operasi berlangsung.
AS juga menyatakan akan menargetkan kemampuan rudal, industri persenjataan, serta kekuatan Angkatan Laut Iran sebagai bagian dari strategi keamanan nasional. Serangan ini sekaligus menandai eskalasi terbaru konflik geopolitik antara kedua negara yang telah berlangsung selama beberapa dekade.
Perkembangan serangan militer AS ke Iran tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah dan hubungan internasional, terutama terkait isu nuklir Iran yang menjadi perhatian global serta risiko konflik yang lebih luas di kawasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Krisis Selat Hormuz picu ancaman ekonomi global. IMF, Bank Dunia, IEA, dan WTO soroti pasokan minyak dan energi.
Arab Saudi menyatakan penyelenggaraan Haji 2026 sukses dengan 1,7 juta jamaah dan dukungan sistem keamanan serta layanan terintegrasi.
Wisata PG Madukismo Bantul menawarkan pengalaman naik kereta diesel klasik dan melihat langsung proses produksi gula saat musim giling tebu.
Progres pembangunan Jalan Kompleks Yudikatif IKN mencapai 19,35 persen, melampaui target dan ditopang berbagai inovasi konstruksi dari WIKA.
Daftar harga mobil listrik BYD terbaru OTR Jakarta 2026, mulai Seagull Rp205 juta hingga BYD Seal Performance Rp750 juta lengkap dengan spesifikasi.
Presiden Prabowo menunjuk AHY sebagai Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung menggantikan Luhut melalui Perpres Nomor 29 Tahun 2026.