Advertisement
Bandara Internasional Dubai Rusak Ringan, Emirates Stop Penerbangan
Foto ilustrasi maskapai penerbangan. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Bandara Internasional Dubai dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat dugaan serangan udara Iran yang menghantam salah satu gedung terminal utamanya, Minggu (1/3/2026). Insiden ini memicu penghentian total penerbangan, termasuk oleh maskapai Emirates dan Etihad Airways.
Dilansir dari Bloomberg, peristiwa tersebut menandai eskalasi baru di kawasan Teluk Persia setelah ruang udara sempat ditutup beberapa jam pasca-serangan balasan Iran. Operator bandara mengonfirmasi satu bangunan terminal mengalami kerusakan ringan dalam insiden yang disebut berhasil ditangani dengan cepat.
Advertisement
Dalam pernyataan resminya, pihak pengelola bandara menyebutkan empat karyawan mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut. Meski demikian, struktur utama bangunan dilaporkan masih utuh dan tidak mengalami kerusakan berat.
Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan kepulan asap tipis membumbung dari salah satu gedung keberangkatan utama. Sejumlah kendaraan layanan darurat dan pemadam kebakaran tampak bersiaga di area landasan. Video lain yang diambil dari dalam terminal menunjukkan beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan, meskipun tidak sampai menyebabkan runtuhnya struktur.
Serangan ini menunjukkan meluasnya kampanye balasan Iran terhadap serangan awal oleh pasukan Amerika Serikat dan Israel hingga menjangkau wilayah Teluk Persia. Otoritas setempat terpaksa merespons rentetan serangan rudal dan pesawat tanpa awak (drone) dengan menutup ruang udara demi alasan keselamatan.
Dampaknya langsung terasa di bandara-bandara utama kawasan tersebut. Puluhan ribu wisatawan dilaporkan terdampar setelah penutupan ruang udara diberlakukan. Maskapai-maskapai besar seperti Emirates, Qatar Airways, dan Etihad Airways menghentikan seluruh operasional penerbangan mereka untuk sementara waktu.
Di Bandara Internasional Dubai, papan jadwal kedatangan dan keberangkatan semula hanya menunjukkan status penundaan sebelum akhirnya berubah menjadi penghentian total. Gangguan ini disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir bagi bandara tersebut.
Emirates, yang dikenal memiliki reputasi ketepatan waktu operasional bahkan pada masa krisis seperti pandemi, kali ini tidak memiliki opsi selain menghentikan seluruh layanan. Sejumlah operator penerbangan lain juga terdampak kebijakan tersebut.
Sebagai salah satu hub penerbangan global utama, Bandara Internasional Dubai menghubungkan berbagai belahan dunia melalui jalur transit di Dubai, Doha, maupun Abu Dhabi. Bandara internasional tersibuk di dunia itu melayani lebih dari 2.000 penerbangan setiap hari yang dioperasikan oleh lebih dari 100 maskapai, sehingga gangguan akibat serangan ini berimbas luas terhadap jaringan penerbangan internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ayatollah Khamenei Dikabarkan Meninggal dalam Serangan AS-Israel
- Perang AS-Israel vs Iran, 58 Ribu Jemaah Umrah RI Masih di Arab Saudi
- IRGC Klaim Selat Hormuz Ditutup Usai Serangan AS-Israel
- IRGC: Rudal Iran Hantam Pangkalan AS dan Israel
- Dampak Serangan AS-Israel, Korban Pelajar di Iran Tewas Capai 85 Orang
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- THR Gubernur Jateng 2026 Rp8 Juta, Total ASN Rp380 Miliar
- AKBP Didik Terima Uang Keamanan dari Bandar Narkoba Koko Erwin
- MBG DIY Diawasi dengan AI untuk Cegah Keracunan
- Dubes Palestina Puji Dukungan Indonesia untuk Gaza
- YIA Borong 6 Penghargaan ASQ Asia-Pasifik 2025
- DKP DIY Genjot Konsumsi Ikan dengan 795 Kegiatan di 2026
- Harga Pangan Terbaru Sabtu 28 Februari 2026
Advertisement
Advertisement









