Advertisement
Antonio Guterres Desak Deeskalasi Konflik Iran-AS-Israel
Foto ilustrasi serangan udara, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak deeskalasi segera dalam konflik Iran, Amerika Serikat, dan Israel menyusul rangkaian serangan militer yang memicu ketegangan serius di Timur Tengah.
Dalam rapat Dewan Keamanan PBB di Markas Besar PBB, New York, Antonio Guterres memperingatkan bahwa konflik yang terus meluas berpotensi menimbulkan konsekuensi berat bagi warga sipil dan stabilitas kawasan.
Advertisement
“Saya menyerukan deeskalasi dan penghentian permusuhan segera. Alternatifnya adalah konflik yang lebih luas dengan konsekuensi serius bagi warga sipil dan stabilitas kawasan,” kata Guterres dalam rapat Dewan Keamanan PBB.
Seperti dilaporkan RIA Novosti dari Markas PBB, New York, Ahad, Guterres juga meminta seluruh pihak kembali ke meja perundingan, terutama terkait isu program nuklir Iran, guna mencegah situasi berkembang menjadi krisis yang lebih dalam.
BACA JUGA
Menurutnya, segala langkah diplomatik harus ditempuh untuk menahan laju eskalasi yang dapat memperluas konflik di kawasan yang telah lama berada dalam ketegangan geopolitik.
“Untuk itu, saya menyerukan kepada semua negara anggota agar secara ketat mematuhi kewajiban berdasarkan hukum internasional, termasuk Piagam PBB,” ujarnya.
Ia turut menekankan pentingnya perlindungan warga sipil serta keselamatan fasilitas nuklir sesuai ketentuan hukum humaniter internasional.
“Mari bertindak secara bertanggung jawab dan bersama-sama untuk menarik kawasan ini, dan dunia kita, menjauh dari jurang konflik,” katanya.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang dilaporkan menimbulkan puluhan korban sipil. Iran kemudian merespons dengan menembakkan rudal ke wilayah Israel serta menargetkan instalasi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, memperbesar risiko konflik terbuka yang berdampak luas terhadap keamanan regional dan global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
- Prabowo: Indonesia Aman Pangan di Tengah Krisis Global
- Longsor Sampah Bantargebang: 2 Korban Lagi Ditemukan Meninggal
- Pecah Kongsi, AS Kecewa Serangan Israel ke Depot BBM Iran
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- RSUD Saras Adyatma Bantul Siaga Hadapi Lonjakan Wisatawan Lebaran
- Ketua Paguyuban Prediksi Puncak Belanja Lebaran Beringharjo pada H-3
- Menteri ESDM, Harga BBM Subsidi Tidak Akan Naik hingga Lebaran 2026
- Pelecehan Siswa SLB Belum Ada Tersangka Polresta Jogja Tunggu Psikolog
- AJI Yogyakarta Buka Posko Aduan THR Jurnalis di DIY
- Iran Klaim Sukses Luncurkan Rudal Hipersonik Operasi Janji Sejati 4
- Ahli Onkologi Ungkap Fakta Skincare yang Picu Risiko Kanker
Advertisement
Advertisement









