Gubernur NTB Bagikan Entram Alat Rapid Test Antigen Buatan Lokal

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H Zulkieflimansyah. - Antara\\r\\n\\r\\n
11 Mei 2021 05:47 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah membagikan alat rapid test antigen Covid-19 bernama Entram yang merupakan buatan lokal, kepada 10 kabupaten/kota se-provinsi itu.

Entram tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur secara daring di STIPark Banyumulek, Senin (10/5/2021). Adapun, masing-masing kabupaten/kota mendapatkan 480 unit Entram.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul tersebut mengatakan bahwa Entram adalah produk teknologi tinggi. Keyakinannya tentang potensi masyarakat NTB akhirnya dibuktikan dengan berhasil diciptakannya rapid test antigen Entram.

“Ini juga sekaligus membuktikan bahwa program industrialisasi yang sedang berjalan ternyata tidak hanya memberikan dorongan terhadap lahirnya inovasi dalam bidang industri olahan dan permesinan, namun pada sektor kesehatan juga NTB mampu membuktikan bahwa industrialisasi telah berkembang disegala bidang" ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (10/5/2021).

Bahkan Zulkieflimansyah yakin, bila diberi kesempatan dan sumber daya, NTB mampu membuat vaksin dan alat kesehatan lainnya.

Baca juga: Tes Acak Covid-19, Sebanyak 4.123 Pemudik Positif Terinfeksi!

"Jangankan mesin-mesin sederhana, alat rapid test antigen pun bisa diproduksi oleh anak-anak NTB," katanya.

Lebih lanjut, Bang Zul menginginkan agar alat rapid test antigen Entram ini dapat diproduksi lebih banyak lagi, serta mendorong agar kabupaten/kota mulai menggunakan serta bangga dan cinta terhadap berbagai buatan produk lokal.

Dia juga berharap ke depan kapasitas produksi Entram bisa lebih diperbesar untuk memenuhi kebutuhan rapid test antigen di Indonesia.

"Rapid test Entram ini selain murah tapi berkualitas tidak kalah dengan produk luar negeri,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan L Hamzi Fikri mengatakan Laboratorium Hepatika NTB yang memproduksi Entram ini sudah mengantongi izin edar dan saat ini didorong untuk didaftarkan dalam e-katalog.

"Kemampuan produksinya baru 50 ribu per bulan. Sekarang ini tersisa stok sebanyak sepuluh ribu dari yang diproduksi 60 ribu tahun ini," ungkapnya.

Sumber : bisnis.com