Advertisement
Larangan Pakai Masker di Masjid, Ini Respons Jubir Wapres
Masduki Baidlowi, Juru Bicara Wakil Presiden Ma'ruf Amin - Antara/Asdep KIP Setwapres
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menanggapi larangan penggunaan masker di sebuah masjid di Kota Bekasi.
Kasus yang berujung perdamaian itu harus dijadikan bahan evaluasi ormas Islam. Sosialisasi tata cara beribadah di tengah situasi pandemi diharapkan bisa terlaksana dengan baik.
Advertisement
Insiden larangan penggunaan masker tersebut terjadi di Masjid Al Amanah Kota Bekasi.
"Ini tanggung jawab kita semua, ya MUI, ormas-ormas keagamaan seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, juga Dewan Masjid (Indonesia), bagaimana supaya ada jejaring kuat, saling memberikan pengertian bahwa memakai masker di kondisi pandemi ini adalah bagian dari pemahaman agama," kata Juru Bicara Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Masduki Baidlowi, Selasa (4/5/2021).
Masduki, yang juga Ketua MUI bidang Informasi dan Komunikasi, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepolisian RI dan MUI Kota Bekasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Pihaknya juga telah melakukan konsolidasi dengan MUI daerah agar peristiwa di Kota Bekasi itu tidak terjadi di daerah lain.
"Itu tanggung jawab kita semua, saya sebagai Ketua MUI harus lebih intensif berkoordinasi ke bawah, ke MUI-MUI daerah, bagaimana mereka mengkonsolidasi kader-kadernya untuk mengisi kegiatan," ujar Masduki.
Sebelumnya, beredar video yang menunjukkan sejumlah pengurus masjid melarang dan mengusir seorang warga dari sebuah masjid karena menggunakan masker saat beribadah salat.
Dalam video tersebut, salah satu pengurus Masjid Al Amanah Kota Bekasi Abdurohman mengatakan alasan pelarangan tersebut sesuai dengan Surat Al Imran ayat 96. Menurut dia, menggunakan masker di dalam masjid sama dengan menempatkan rumah ibadah seperti pasar.
"Jangan pakai masker, ini kan masjid; jadi kita nggak ada perbedaan antara masjid dengan pasar. Kata agama, agama bilang, Al Quran Surat Al Imron ayat 96 dikatakan orang yang masuk dalam masjid itu aman," kata Abdurohman.
Kepala Kepolisian Sektor Medan Satria, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat Kompol Agus Rohmat mengatakan pihaknya sering menegur Abdurohman karena tidak patuh pada protokol kesehatan.
Polsek Medan Satria juga kerap memberikan masker dan disinfektan kepada pengurus masjid agar tidak terjadi klaster penularan Covid-19 di Masjid Al Amanah.
"Soal kejadian video viral itu sudah kami ingatkan dan tegur keras. Kami sudah membuat kesepakatan bersama (bahwa) pengurus masjid tidak boleh melarang lagi jemaah memakai masker. Jika dilanggar, tentu ada konsekuensi hukum," ujar Agus Rohmat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Belanja Pegawai Tembus 40 Persen, Kulonprogo Hindari PHK PPPK
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Daftar Film Terlaris Maret 2026, Danur dan Suzzanna Unggul
- Diduga Lalai Saat Memasak, Rumah di Argorejo Ludes Terbakar
- Ujian TKA Dimulai April, Sekolah dan Orang Tua Diklaim Makin Siap
- Per 1 April 2026 Isi BBM Bersubsidi Dibatasi dan Wajib Catat Nopol
- Dari Kelompok Tani, Sekar Arum Ubah Sampah Jadi Prestasi di Jogja
- BGN Kembali Menutup Ratusan Dapur MBG, Ini Penyebabnya
- Larangan Parkir Bus Senopati Picu Keresahan Juru Parkir
Advertisement
Advertisement







