Wamenag: Orang yang Tidak Mudik itu Sama dengan Berjihad

Sebagai ilustrasi: Sejumlah kendaraan antre memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama, Cikampek, Jawa Barat, Kamis (30/5). /ANTARA FOTO - Rivan Awal Lingga]
03 Mei 2021 11:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi menyebut orang yang tidak mudik lebaran saat pandemi seperti sekarang ini, sama seperti berjihad. Kata Zainut, berjihad dalam artian berjihad untuk kemanusiaan, karena Indonesia masih dilanda pandemi.

"Jadi orang yang tidak mudik itu sama dengan berjihad. Jihad untuk kemanusiaan dalam situasi yang membahayakan sendiri maupun orang lain," ujar Zainut, Senin (3/5/2021).

Menurut dia, tradisi mudik yang dilakukan setiap tahun, hendaknya diurungkan demi kemasalahatan bersama. Pasalnya, ketika mudik, dikhawatirkan dapat membahayakan diri sendiri, keluarga dan orang sekitar.

"Karena kalau mudik tentunya akan membahayakan diri sendiri maupun orang lain dan keluarga sahabat dan sebagainya," tutur Zainut.

Tak hanya itu, Zainut mengatakan salah satu kewajiban agama adalah menjaga keselamatan jiwa. Sehingga hal tersebut harus didahulukan yakni untuk tidak mudik di masa pandemi.

"Mencegah kemudharatan harus didahulukan daripada mengambil maslahat dan itu adalah merupakan kewajiban agama. Menjaga keselamatan lebih utama dan harus didahulukan dan itu menjadi hal yang sangat diutamakan," ucap dia.

Lebih lanjut, Zainut menuturkan mudik merupakan sebuah silaturahim dan hukumnya sunah jika dilakukan pada kondisi normal.

Baca juga: Nekat Masuk Gunungkidul, Pemudik Diminta Isolasi dan Tes PCR

Bahkan jika ada potensi bahaya, silaturahim bisa menjadi haram karena dapat membahayakan orang lain.

"Mudik itu kan silaturahmi silaturahmi itu kan hukumnya sunah sunah. Sunah itu jika dilaksanakan pada kondisi normal. Tapi kalau ada potensi bahaya yang sunah ini bisa berubah, berubah, bahkan bisa nggak bisa menjadi haram karena membahayakan diri sendiri dan orang lain," tutur Zainut.

Imbauan tak mudik kata Zainut lantaran kasus Covid-19 belum melandai. Bahkan ditemukan varian baru corona dari India.

"Karena situasi covid-19 masih belum landai dan juga nada informasi adanya varian baru yang masuk yaitu dari India. Tidak mudik itu lebih maslahat, tidak mudik itu lebih baik," katanya.

Sumber : suara.com