Muhammadiyah & UGM Sepakati MoU Penanganan Covid-19

Ketua Muhammadiyah Covid-19 Comand Center (MCCC) PP Muhammadiyah Agus Samsudin dan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM Paripurno menandatangani nota kesepahaman bersama (MOU) dalam penanganan Covid-19 di Gedung Balairung, UGM, Kamis 15 April 2021 - Dok. Muhammadiyah
16 April 2021 14:17 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) dan Universitas Gajah Mada (UGM) menandatangani nota kesepahaman bersama (MoU) penanganan Covid-19 di Gedung Balairung, UGM, Kamis (15/4/2021).

Kedua pihak akan mengadakan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat khususnya dalam penanganan Covid-19 yang berlangsung selama 3 tahun. 

Secara teknis kerja sama ini diwujudkan dalam penggunaan GeNose untuk deteksi Covid-19 di lingkup Persyarikatan Muhammadiyah.

Ketua MCCC PP Muhammadiyah Agus Samsudin mengatakan kerja sama ini akan berdampak positif bagi MCCC.

“Penandatanganan MOU ini sebagai bagian ikhtiar dari MCCC dalam deteksi Covid-19. Untuk tahap awal ini, GeNose tersedia sebanyak 10 unit yang dipakai oleh PWM Jawa Timur, Klinik Ruslam Cempaka Putih Jakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Universitas Muhammadiyah Magelang,” kata Agus dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Jumat (16/4/2021).

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM, Paripurno mengatakan BAHWA kemitraan ini dibangun karena Muhammadiyah memiliki jaringan yang luas baik amal usaha maupun warganya sehingga kebutuhan GeNose itu sangat penting.

Menurutnya, dengan kemitraan ini nanti ada prioritas bagi MCCC sebagai perwakilan dari Muhammadiyah terkait dengan pengadaan GeNose dan perlengkapan pendukungnya.

Lebih lanjut, selain 10 unit GeNose, salah satu Amal Usaha Muhammadiyah yaitu RS PKU Muhammadiyah Bantul sudah memakai GeNose sebagai perangkat deteksi Covid-19. 

Alat tersebut digunakan untuk pelayanan pasien yang berobat di poliklinik RS PKU Muhammadiyah Bantul dan sejauh ini sudah dipakai untuk memeriksa kurang lebih 200 orang.

Namun demikian, penggunaan GeNose sebagai perangkat pendeteksi Covid-19 dan termasuk vaksinasi yang saat ini juga tengah gencar dilaksanakan oleh pemerintah, tidak boleh membuat masyarakat lengah untuk menerapkan protokol kesehatan dalam aktifitas sehari-hari.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia