Marco Bezzecchi Ungkap Tantangan Tekanan Ban di MotoGP Mandalika
Marco Bezzecchi menjuarai MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika, tetapi menyebut tekanan ban dan perubahan suhu lintasan tetap menjadi tantangan.
Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (26/4/2019). /ANTARA FOTO-Yulius Satria Wijaya\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA - Penyidik Senior KPK Novel Baswedan berkomentar terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa dirinya pada 11 April 2017 lalu. Empat tahun berlalu, kasusnya masih misterius.
Meski polisi sudah menetapkan dua oknum polisi bernama Rahmat Kadir dan Rony Bugis sebagai pelaku penyiram air keras tersebut. Namun, masyarakat luas maupun temuan Komnas HAM menyebut, adanya sejumlah kejanggalan apakah benar dua oknum polisi tersebut yang telah menyerang Novel Baswedan.
Padahal, kedua oknum polisi itu sudah resmi ditetapkan sebagai terpidana dan dipenjara.
Kasus tersebut kian misterius, sebab, dalam persidangan itu, tak sama sekali diungkap siapa yang menyuruh dua oknum polisi itu untuk menyiram Novel Baswedan.
Baca juga: Waspada! Puluhan Talut di Bantul Rawan Longsor
Novel mengaku ia hanya meminta kepada aparat kepolisian yang menangani kasusnya untuk segera menangkap aktor intelektual siapa yang menyuruh dua oknum polisi tersebut.
Novel sama sekali tak percaya, pengakuan dua pelaku polisi itu ketika di sidang menyerang Novel karena masalah pribadi.
Apalagi, ditambah banyaknya temuan-temuan yang janggal oleh Komnas HAM dalam kasus penyiraman air keras yang menyebabkan mata kirinya luka permanen.
"Harusnya diungkap [aktor intelektual penyerang terhadap dirinya] dengan benar dan tuntas. Kita juga harus ingat bahwa tidak ada satupun kasus serangan kepada orang-orang KPK yang diungkap," kata Novel kepada Suara.com, Senin (12/4/2021).
Novel pun meminta kepada negara untuk tegas, dapat memerintahkan jajarannya untuk segera mengungkap siapa aktor intelektual penyerang dirinya. Jangan sampai negara kalah dengan para koruptor.
Baca juga: Banyak Desa Wisata di Bantul Belum Terima Kunjungan
"Hal ini penting disampaikan, karena tidak boleh negara kalah dengan koruptor yang melawan dengan segala cara," ucap Novel.
" Bahkan berani menyerang aparat pemberantas korupsi yg kemudian dibiarkan tidak diungkap," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Marco Bezzecchi menjuarai MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika, tetapi menyebut tekanan ban dan perubahan suhu lintasan tetap menjadi tantangan.
Kader Gerindra Sleman menggelar Gerakan Indonesia Asri di Tlogo Putri, Kaliurang, dengan menanam pohon, menebar benih ikan, dan membagikan sembako.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin, 12 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin, 12 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan dan tarif tiket Rp8.000.
Pemerintah mencatat setoran Rp57,1 triliun dari Satgas PKH selama 2025–2026, termasuk pajak dan PNBP hasil penertiban kawasan hutan.
UMKM Jogja didorong memanfaatkan AI untuk promosi dan pemasaran digital. Pelaku usaha juga diingatkan menjaga data serta mewaspadai penipuan.