Tidak Mencolok, Polisi Berjaga dengan Pakaian Preman

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komjen Pol. Boy Rafli Amar, Senin (29/3/2021), mengunjungi Gereja Katedral Makassar pascabom bunuh diri pada Minggu. - Bisnis/Wahyu Susanto
01 April 2021 13:07 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pengamanan negara telah ditingkatkan, tetapi tidak mencolok agar masyarakat tetap merasa nyaman. Hal tersebut disampaikan oleh Deputi VII atau Juru Bicara Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Purwanto. 

“Sekarang negara, khusus untuk aparat diperintahkan sejak Januari [2021], sejak ada perintah serang, bersiap siaga hanya tidak mencolok di mata masyarakat,” katanya dikutip dari YouTube Mata Najwa, Kamis (1/4/2021).

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Polisi Argo Yuwono menjelaskan, bahwa Kapolri telah mengirimkan surat telegram dalam rangka  pengamanan peringatan wafatnya Isa Almasih dan misa Paskah.

Menurutnya, dalam melakukan pengamanan itu, Kepolisian akan dibantu oleh sejumlah pemangku kepentingan lainnya seperti pemerintah daerah, TNI dan organisasi kemasyarakatan lainnya.

Baca juga: SPT Resmi Ditutup 31 Maret 2021, Ditjen Pastikan Tak Ada Perpanjangan

Lebih lanjut, kata Argo, pengamanan juga bakal dilakukan secara terbuka dan tertutup. Artinya, ada pengamanan yang dilakukan oleh personil berpakaian seragam dinas dan berpakaian preman.

“Melakukan pengamanan terbuka dan tertutup di tempat ibadah dan tempat lainnya," katanya.

Sumber : bisnis.com