Advertisement

Di Tengah Dinamika Global, Bank Mandiri Catat Kinerja Solid

Newswire
Kamis, 05 Februari 2026 - 21:27 WIB
Abdul Hamied Razak
Di Tengah Dinamika Global, Bank Mandiri Catat Kinerja Solid Nasabah bertransaksi di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Minggu (12/5)./Bisnis Indonesia- - Felix Jody Kinarwan

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA— Perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tetap menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,11 persen secara tahunan, ditopang kinerja sektor eksternal yang solid serta aktivitas domestik yang terjaga melalui kebijakan pemerintah yang akomodatif.

Sejalan dengan capaian tersebut, Bank Mandiri berhasil mempertahankan fundamental keuangan yang kuat sepanjang 2025. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian audited per 31 Desember 2025, total aset perseroan meningkat 16,6 persen secara tahunan menjadi Rp2.829,9 triliun.

Advertisement

Penyaluran kredit juga tumbuh signifikan sebesar 13,4 persen year on year (YoY) hingga mencapai Rp1.895 triliun, dengan pertumbuhan merata di seluruh segmen bisnis.

Di sektor ekonomi kerakyatan, Bank Mandiri terus memperkuat pembiayaan UMKM yang meningkat 4,88 persen YoY di tengah perlambatan kredit UMKM industri perbankan. Hingga akhir 2025, Bank Mandiri melayani sekitar 1,3 juta pelaku UMKM di berbagai sektor produktif.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari strategi pembiayaan yang selektif dan terukur.

“Kami fokus menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan sekaligus menjaga kualitas aset tetap sehat,” ujarnya di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Pertumbuhan kredit tersebut turut ditopang oleh Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp2.105,8 triliun atau tumbuh 23,9 persen YoY. Sementara dana murah atau CASA meningkat 12,6 persen YoY menjadi Rp1.431,4 triliun, menjaga likuiditas tetap kuat untuk ekspansi berkelanjutan.

Digitalisasi Perkuat Kinerja

Akselerasi layanan digital menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan Bank Mandiri. Melalui super app Livin’ by Mandiri, perseroan menghadirkan layanan transaksi harian, pembukaan rekening digital, QRIS, tabungan multicurrency, hingga investasi.

Hingga akhir 2025, pengguna Livin’ by Mandiri mencapai 37,2 juta atau tumbuh 27 persen YoY, dengan akuisisi sekitar 25 ribu pengguna baru setiap hari.

Di segmen korporasi, Kopra by Mandiri memperkuat layanan terintegrasi untuk nasabah wholesale melalui fitur cash management, pembiayaan rantai pasok, serta trade finance domestik dan internasional secara real-time.

Kualitas Aset Terjaga

Bank Mandiri mencatat rasio kredit bermasalah atau NPL Gross sebesar 0,96 persen per akhir 2025, lebih rendah dibanding rata-rata industri.

Dari sisi profitabilitas, laba tahun berjalan mencapai Rp56,3 triliun. Pendapatan bunga bersih tercatat Rp106 triliun, sementara pendapatan non-bunga meningkat 14,5 persen YoY menjadi Rp48,5 triliun, seiring pertumbuhan transaksi digital.

Dukung Program Pemerintah

Sebagai mitra strategis pemerintah, Bank Mandiri menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp41 triliun kepada sekitar 360 ribu UMKM sepanjang 2025.

Perseroan juga terlibat dalam program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan koperasi desa dan BUMDes, serta program perumahan nasional. Program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) tercatat lebih dari 1.174 kegiatan di berbagai daerah.

Dalam 25 tahun terakhir, Bank Mandiri telah menyalurkan dividen sebesar Rp225 triliun, dengan dividen tahun 2025 mencapai Rp52,5 triliun. Kontribusi pajak kumulatif sejak 2000 hingga 2025 mencapai Rp277 triliun.

Dorong Keberlanjutan

Hingga akhir 2025, portofolio pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun, terdiri dari pembiayaan hijau Rp166 triliun dan pembiayaan sosial Rp150 triliun.

Bank Mandiri menargetkan Net Zero Emission operasional pada 2030 melalui penggunaan energi terbarukan, kendaraan listrik, serta pembangunan gedung ramah lingkungan.

Komitmen tersebut mengantarkan Bank Mandiri meraih ESG Risk Rating kategori negligible risk dari Sustainalytics dengan skor 9,5.

“Keberlanjutan menjadi fondasi strategi bisnis kami agar pertumbuhan memberikan dampak nyata bagi ekonomi dan masyarakat,” tutup Riduan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jadwal SIM Keliling di Sleman Jumat 6 Februari 2026, Cek Lokasinya

Jadwal SIM Keliling di Sleman Jumat 6 Februari 2026, Cek Lokasinya

Sleman
| Jum'at, 06 Februari 2026, 08:27 WIB

Advertisement

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

Wisata
| Rabu, 04 Februari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement