2 Menit Lepas Landas, Trigana Air Kembali ke Bandara Halim dan Tergelincir

Ilustrasi - Pesawat kargo Trigana Air Sevice yang tergelincir saat mendarat pukul 07.33 WIT di Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Selasa (13/9/2016). - Antara/Iwan Adisaputra
21 Maret 2021 05:27 WIB Anitana Widya Puspa News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pesawat angkutan barang atau cargo flight Trigana Air dengan registrasi PK-YSF terpaksa RTB alias kembali ke bandara asal keberangkatan karena kendala teknis.

Kondisi yang mengharuskan RTB alias return to base, membuat pesawat itu tidak bisa menjalani tugasnya menjalani rute Jakarta Halim Perdanakusuma - Makassar Sultan Hasanuddin.

Manager Hubungan Masyarakat AirNav Indonesia Yohanes Harry Douglas Sirait menuturkan kendala teknis terjadi 2 menit setelah pesawat lepas landas dari Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma Jakarta pada Sabtu (20/3/2021).

Saat kembali ke Halim, pesawat tergelincir ke arah kanan Runway.

"Tepat setelah mendarat, pesawat tergelincir ke arah kanan Runway sehingga Runway terblokir dan tidak dapat digunakan untuk operasional penerbangan," ujarnya melalui siaran pers, Sabtu (20/3/2021).

Petugas ATC AirNav Indonesia Cabang Halim memberikan pelayanan kedaruratan dengan berkoordinasi dengan pihak PT Angkasa Pura II (Persero) dan TNI AU Lanud Halim Perdanakusuma. Kemudian AirNav Indonesia menerbitkan NOTAM untuk penutupan Runway Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma dengan nomor A0693/21.

Dampak penutupan Runway, beberapa penerbangan yang menuju Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma dialihkan ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

Pesawat yang tergelincir tersebut adalah tipe Boeing B737-400. Pesawat dijadwalkan lepas landas pk.10.53 WIB dan tiba pk11.25 WIB.

Sejumlah penerbangan yang terdampak akibat peristiwa ini adalah N198RL, Jakarta – Bali, kemudian CAMAR01Jakarta Halim – Bandung Husein Sastranegara serta CITILINK CTV020 Jakarta Halim – Siborongborong Sisingamangaraja

Sejumlah penerbangan kedatangan terpaksa dialihkan ke Bandara Soekarno-Hatta yakni Batik Air BTK7580, Malang Abdul Rachman Saleh - Jakarta Halim, Batik Air BTK7014, Medan Kualanamu – Jakarta Halim. Kemudian Batik Air BTK7042 Palembang Badaruddin - Jakarta Halim.

Peristiwa ini juga menyebabkan penerbangan dengan registrasi PK-RTG Cilacap Tunggul Wulung – Jakarta Halim harus kembali ke bandara asal keberangkatan.

Sumber : bisnis.com