Advertisement
Rocky Gerung Sebut Moeldoko Kudeta Demokrasi
Rocky Gerung memberikan kesaksian dalam sidang kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (23/4/2019). - Antara\\r\\n
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Pengamat politik, Rocky Gerung mengatakan keterlibatan Moeldoko dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat adalah ironi dalam demokrasi.
Rocky beranggapan bahwa aksi Moeldoko itu bukan hanya mengkudeta Partai Demokrat, tetapi juga mengkudeta demokrasi.
Advertisement
“Sebetulnya Moeldoko enggak mengkudeta Partai Democrat dia justru mengkudeta demokrasi,” kata Rocky dalam sebuah diskusi yang ditayangkan di kanal YouTube Realita TV yang dikutip Kamis (12/3/2021).
Rocky beralasan Moeldoko telah secara sengaja membatalkan demokrasi. Caranya, kata Rocky dengan melangkahi aturan formil demokrasi itu sendiri.
BACA JUGA
“Jadi kadangkala kita mau mencari keterangan pembenar dengan pernyataan bahwa ‘SBY juga begini, SBY juga begitu’ itu yang dikembangkan di publik. Dia enggak mau sebutkan bahwa dia dengan sengaja membatalkan demokrasi itu dengan mem-bypass seluruh aturan formil,” kata Rocky.
Menurut dia aturan formil saja diterabas oleh Moeldoko, apalagi lanjut Rocky, aturan etik. “Bahkan lebih jauh lagi dia bagian dari kekuasaan, lain soal kalau Moeldoko tukang pisang goreng tiba-tiba masuk partai Demokrat punya kecerdasan lalu bujuk-bujuk orang yasudah itu semacam kenakalan. Tapi ini di dalam kepangkatan dia itu, dia orang ke-2 republik,” katanya.
Bahkan, kata Rocky sebuah harian Australia menyebut bahwa dengan adanya tindakan Moeldoko ini Indonesia seakan semakin dekat sebagai negara satu partai penguasa.
“Saya lihat gambar itu di headline Australian itu dipasang gambar Jokowi dan Moeldoko dengan seragam militer jadi insinuasi itu yang mau diucapkan oleh pemberitaan luar negeri. Artinya seluruh dunia menganggap Indonesia sudah dalam gerak menuju otoritarianism,” katanya.
Sebelumnya, Jenderal TNI Purnawirawan Moeldoko ditetapkan Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021 - 2026 dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang dihelat di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021).
Dalam KLB ini, peserta KLB yang hadir mengusulkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dan mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie sebagai calon Ketum Demokrat.
Berdasarkan voting cepat, Moeldoko lebih banyak didukung daripada Marzuki sehingga diputuskan secara langsung Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021 - 2026 hasil Kongres Luar Biasa.
"Memutuskan menetapkan pertama calon ketua tersebut atas voting berdiri maka Pak Moeldoko ditetapkan menjadi ketua umum Partai Demokrat 2021-2026," ujar pimpinan rapat Jhoni Allen Marbun membacakan keputusan KLB.
Kongres Luar biasa ini juga menetapkan Ketua Umum Partai Demokrat Kongres V Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dinyatakan telah demisioner.
"Memutuskan pertama Dewan Pimpinan Pusat 2020-2021 yang diketuai AHY dinyatakan demisioner," kata Jhoni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deretan Calon Pemimpin Iran Pasca Wafatnya Khamenei
- Iran Tunjuk Pemimpin Sementara Seusai Gugurnya Ali Khamenei
- Profil Ali Khamenei: Dari Ulama Muda hingga Pemimpin Tertinggi Iran
- Ayatollah Khamenei Dikabarkan Meninggal dalam Serangan AS-Israel
- Perang AS-Israel vs Iran, 58 Ribu Jemaah Umrah RI Masih di Arab Saudi
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Iran Tuduh AS dan Israel Langgar Piagam PBB, Siapkan Balasan
- Daftar Sayuran Beku Penurun Kolesterol Menurut Ahli Gizi
- Iran Pastikan Presiden Pezeshkian Sehat Usai Serangan AS-Israel
- Operasi Ketupat 2026, Polri Usung Tagline Mudik Aman
- Adipura 2025 Nihil, Pengelolaan Sampah Dinilai Belum Layak
- Tiffany Young-Byun Yo Han Resmi Menikah, Isu Hamil Dibantah
- Riset Ungkap Pola Belanja Ramadan Kian Selektif
Advertisement
Advertisement









