Advertisement
Direksi BUMN Ditarget 15 Persen Diduduki Kaum Perempuan
Logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terpasang di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). ANTARA FOTO - Aprillio Akbar
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian BUMN menargetkan agar keterwakilan perempuan dapat mencapai 15 persen di jajaran direksi perusahaan plat merah. Langkah ini bertujuan membentuk BUMN yang lebih inklusif.
Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury mengungkapkan target keterwakilan perempuan minimal 15 persen dari anggota direksi BUMN. Dengan demikian, talenta perempuan terus diupayakan peningkatan kapasitasnya secara sistematis.
Advertisement
BACA JUGA : Ini Profil I Ketut Adiputra Direksi Termuda BUMN yang Dipuji
"Target keterwakilan perempuan minimal 15 persen dari anggota direksi BUMN itu perempuan. Kami secara khusus ada upaya pengembangan talenta lebih sistematis dan terstruktur keterwakilan perempuan di BUMN," ujarnya dalam agenda Ring The Bell for Gender Equality, Selasa (9/3/2021).
Kementerian pimpinan Erick Thohir tersebut, terus mengupayakan meningkatkan kemampuan talenta perempuan guna memenuhi target tersebut. Kementerian BUMN bahkan, membangun komunitas Srikandi wadah pimpinan perempuan dan para perempuan agar dapat saling mendukung.
Menurut Pahala, salah satu kunci bisa mendaki karir di BUMN agar perempuan bisa saling mendukung, coaching dan mentoring agar talenta perempuan bisa terus meningkatkan karirnya di BUMN.
BACA JUGA : Erick Thohir Angkat Tiga Direksi Baru di PT KAI
"Akan kami terus tingkatkan, demi kemajuan BUMN kini dan masa mendatang. Saya ingin ajak gunakan momen penting ini menggunakan segala kekuatan daya kita agar perempuan lebih kuat, berharga, bermakna, semakin memiliki peran untuk pimpinan," katanya.
Pihaknya percaya perempuan bisa dan berhak menjadi apapun. Selain itu, perusahaan dengan talenta perempuan adalah perusahaan yang berdaya dari sisi ekonomi.
"Kami kembangkan talenta terbaik dari perempuan, memiliki peran sosial penting. Di BUMN khususnya di level direksi sudah 33,6 persen memiliki keterwakilan perempuannya di atas 15 persen. Meski belum sangat baik, tapi sudah cukup baik," ujarnya.
Di sisi lain, masih ada 7 persen BUMN dengan keterwakilan di bawah 15 persen dan masih ada 60 persen BUMN dengan direksi tanpa perempuan sama sekali.
BACA JUGA : Benahi 142 BUMN, Erick Thohir Mengaku Butuh Pasukan
"Kami ingin memajukan fundamental BUMN, meningkatkan keterwakilan perempuan dan millenials BUMN, salah satu indikator kinerja utama meningkatkan keterwakilan di direksi dan posisi strategis," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Wisatawan Bayar Dua Kali Lipat di Parangtritis, Ini Kata Dinpar Bantul
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
- Tak Semua Orang Perlu Multivitamin Ini Kata Ahli Gizi
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- Ambisi Calafiori Bawa Timnas Italia Akhiri Kutukan Absen Piala Dunia
- Satoria Hotel Yogyakarta Hadirkan Paket Halalbihalal Magical Raya
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
Advertisement
Advertisement







