Terungkap! Dugaan Kekerasan Seksual 9 Tahun oleh Ayah di Sukoharjo
Kasus dugaan kekerasan seksual ayah terhadap anak selama 9 tahun di Sukoharjo diselidiki polisi. Korban alami trauma berat.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Raksasa teknologi Meta kembali mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 700 karyawan, yang mayoritas berasal dari divisi Facebook dan unit virtual reality (VR), Reality Labs.
Langkah efisiensi ini diambil seiring keputusan strategis perusahaan untuk mengalihkan prioritas investasi dari proyek metaverse menuju pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang kini tengah naik daun.
PHK terbaru ini menambah panjang daftar pengurangan tenaga kerja di Meta, setelah sebelumnya pada Januari lalu perusahaan telah memangkas 1.500 pekerja.
Sebagian besar pengurangan tersebut berdampak pada divisi yang mengembangkan headset VR Quest dan platform Horizon Worlds, sehingga saat ini total karyawan Meta tercatat berada di angka 78.000 orang.
“Jika memungkinkan, kami mencari peluang lain bagi karyawan yang posisinya mungkin terpengaruh,” ujar juru bicara Meta sebagaimana dikutip dari Gizmodo pada Kamis (26/3/2026).
Pihak manajemen menyebut bahwa restrukturisasi ini merupakan bagian dari penyesuaian internal agar perusahaan dapat beroperasi lebih efektif dalam mencapai target-target teknologi masa depan.
Sejak melakukan rebranding nama dari Facebook menjadi Meta pada 2021, CEO Mark Zuckerberg sangat ambisius menjadikan metaverse sebagai masa depan internet.
Namun, realita di pasar menunjukkan adopsi teknologi ini tidak semudah yang dibayangkan karena perangkat VR masih dianggap kurang praktis bagi penggunaan harian masyarakat luas.
Meskipun Reality Labs telah menggelontorkan dana fantastis mencapai US$73 miliar atau sekitar Rp1 kuadriliun, hasil yang dicapai belum memenuhi ekspektasi.
Hal ini kontras dengan keberhasilan produk kacamata pintar Ray-Ban Meta yang justru lebih diminati karena desainnya yang menyerupai kacamata konvensional namun memiliki fungsi cerdas.
Kini, fokus utama Zuckerberg telah bergeser ke arah AI, termasuk proyek pengembangan agen AI pribadi untuk membantu produktivitas internal.
Di saat yang sama, Meta juga tengah terhimpit tekanan hukum besar, termasuk denda US$375 juta di New Mexico terkait keamanan platform bagi anak-anak, serta gugatan ganti rugi terkait dampak kesehatan mental pengguna Instagram.
Ke depan, gelombang PHK di tubuh Meta diprediksi masih akan berlanjut. Laporan industri menyebutkan bahwa perusahaan kemungkinan akan memangkas hingga 20% tenaga kerjanya, atau sekitar 15.000 karyawan tambahan.
Langkah pahit ini dinilai perlu diambil demi menutup biaya investasi AI yang masif serta menyederhanakan struktur organisasi di tengah ribuan gugatan hukum yang masih membayangi perusahaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus dugaan kekerasan seksual ayah terhadap anak selama 9 tahun di Sukoharjo diselidiki polisi. Korban alami trauma berat.
Prabowo menyebut Program MBG dapat memutar uang hingga Rp10,8 miliar per desa setiap tahun untuk menggerakkan ekonomi rakyat.
Disdik Sleman hanya mengakui enam lomba nasional untuk Jalur Prestasi Khusus SPMB 2026 jenjang SMP.
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.