Banggar DPR Beri 18 Rekomendasi ke Purbaya soal APBN 2025
Banggar DPR memberikan 18 rekomendasi kepada Menteri Keuangan Purbaya terkait pertanggungjawaban APBN 2025, termasuk soal pajak dan utang.
Selat Hormuz Iran. - ist
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah Iran secara resmi memberikan izin khusus bagi kapal-kapal dari sejumlah negara yang dianggap sebagai mitra strategis untuk melintasi Selat Hormuz. Langkah ini diambil Teheran di tengah situasi ketegangan tinggi yang memicu blokade de facto di salah satu jalur pelayaran paling krusial bagi pasokan energi global tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa akses tersebut diberikan secara selektif hanya kepada negara-negara yang memiliki hubungan baik dengan Iran. Kebijakan ini menjadi pembeda jelas antara mitra diplomatik dan negara-negara yang dianggap sebagai ancaman oleh Teheran.
“Kami telah mengizinkan kapal-kapal dari China, Rusia, India, Pakistan, dan Irak, serta negara-negara lain yang kami anggap sahabat, untuk melewati Selat Hormuz,” kata Araghchi sebagaimana dilaporkan oleh saluran televisi Al Mayadeen pada Kamis (26/3/2026).
Dalam keterangannya, Araghchi juga mempertegas posisi Iran yang tidak akan memberikan ruang bagi pihak lawan untuk memanfaatkan jalur perairan tersebut. Ia menyatakan bahwa Teheran tidak memiliki alasan logis untuk mengizinkan "kapal-kapal musuh" melintasi Selat Hormuz di tengah konfrontasi yang masih berlangsung.
Ketegangan di kawasan ini memuncak menyusul serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap target-target di Iran pada 28 Februari 2026 lalu. Operasi militer tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur serta jatuhnya korban sipil, yang kemudian memicu serangan balasan dari Iran terhadap wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Blokade yang terjadi di Selat Hormuz telah berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi dunia, mengingat perannya sebagai jalur utama pengiriman minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dari Teluk Persia. Terganggunya arus logistik ini mengakibatkan penurunan drastis pada tingkat ekspor da
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Banggar DPR memberikan 18 rekomendasi kepada Menteri Keuangan Purbaya terkait pertanggungjawaban APBN 2025, termasuk soal pajak dan utang.
BNN menggagalkan penyelundupan 2,6 ton sabu cair dari MV Ocean Porter yang diperkirakan berpotensi berdampak pada 14,1 juta jiwa.
Dua gajah sumatera Deo dan Sinta tiba di Tabang Zoo setelah menempuh perjalanan lima hari dari Gembira Loka Zoo Jogja.
Kokap Kulonprogo mengandalkan potensi lokal, Kopi Roro, Waduk Sermo, dan padat karya untuk membuka peluang ekonomi masyarakat.
Impor tanaman hias Indonesia mencapai Rp18 triliun pada 2025. ASA Indonesia mendorong petani lokal meningkatkan produksi aglaonema.
KAI menghadapi persoalan pembebasan lahan dalam pembangunan jalur kereta baru di Sumatra, Kalimantan, dan Bali.