Advertisement

Malaysia Siaga Gelombang Panas Ekstrem Hingga Juni 2026

Newswire
Rabu, 25 Maret 2026 - 23:57 WIB
Sunartono
Malaysia Siaga Gelombang Panas Ekstrem Hingga Juni 2026 Kekeringan / Ilustrasi StockCake

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) memprediksi fenomena cuaca panas bakal menyelimuti sejumlah wilayah di Negeri Jiran mulai pengujung Maret hingga Juni 2026. Ancaman suhu tinggi ini dipicu oleh masa transisi iklim yang membuat kondisi atmosfer menjadi lebih kering dibandingkan periode normal sebelumnya.

Menurut otoritas meteorologi setempat, Malaysia saat ini tengah berada pada fase final Monsun Timur Laut (MTL). Karakteristik fase ini adalah penurunan drastis intensitas curah hujan yang diikuti dengan peningkatan suhu udara, terutama di wilayah utara serta area pedalaman semenanjung Malaysia.

Advertisement

Kondisi atmosfer yang gersang ini diperkirakan akan terus bertahan sampai masuknya awal musim Monsun Barat Daya pada Juni mendatang. Laporan resmi MetMalaysia yang dilansir dari BERNAMA di Kuala Lumpur pada Rabu (25/3/2026), menyebutkan bahwa minimnya awan hujan menjadi faktor utama pemanasan suhu di permukaan bumi.

Wakil Dirjen (Operasi) MetMalaysia, Ambun Dindang, menjelaskan bahwa proyeksi dari model cuaca domestik maupun internasional menunjukkan pola iklim yang jauh lebih kering. Ia memperingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi curah hujan yang berada di bawah angka rata-rata tahunan selama beberapa bulan ke depan.

Ambun merinci bahwa negara bagian Kedah, khususnya di wilayah Pendang, Baling, dan Padang Terap, menjadi zona yang paling rentan terpapar suhu ekstrem. Hal ini disebabkan oleh faktor geografis serta pola pergerakan angin MTL yang justru lebih banyak membawa uap air ke wilayah Pantai Timur, bagian selatan semenanjung, serta area Sabah dan Sarawak.

Berdasarkan analisis model iklim global, frekuensi hari dengan suhu panas ekstrem di Malaysia diprediksi akan meningkat secara signifikan. Kondisi ini berpotensi memburuk jika diperparah oleh munculnya fenomena El Nino yang sering kali membawa dampak kekeringan parah di kawasan Asia Tenggara.

Hingga Rabu pagi, laporan media setempat mengonfirmasi bahwa tiga distrik di Kedah sudah berstatus gelombang panas Level 2. Sementara itu, sebanyak 16 wilayah lainnya di seluruh Semenanjung Malaysia kini ditetapkan dalam status Level 1 atau kategori siaga.

Distrik di Kedah yang saat ini masuk dalam zona merah Level 2 meliputi Pokok Sena, Pendang, dan Baling. Sedangkan untuk Level 1, wilayah yang terdampak mencakup Sik, Padang Terap, Kubang Pasu, Langkawi, Kuala Muda, Kulim, dan Bandar Baharu di Kedah, seluruh wilayah Perlis, hingga area Timur Laut serta Utara di Penang.

Daftar wilayah siaga juga meluas hingga ke Hulu Perak, Selama, Kinta, dan Kuala Kangsar di Perak, ditambah dengan distrik Jerantut serta Raub yang berada di Pahang. Status Level 2 sendiri ditetapkan apabila suhu maksimal mencapai angka 37 hingga 40 derajat Celcius selama tiga hari berturut-turut.

Adapun untuk status Level 1, indikatornya adalah suhu harian yang berada di kisaran 35 hingga 37 derajat Celcius dalam durasi minimal tiga hari berturut-turut. Di sisi lain, Komite Penanggulangan Bencana Daerah (JPBD) Kabupaten Tawau secara resmi mengumumkan status bencana kekeringan di Pulau Sebatik pada Rabu.

Ketua Dewan Kota Tawau, Datuk Joseph Pang, menegaskan bahwa deklarasi darurat kekeringan tersebut mencakup seluruh wilayah pulau yang masuk dalam distrik tersebut. "Terhitung mulai pukul 10.00 pagi ini, kami menyatakan Pulau Sebatik di Tawau tengah mengalami bencana kekeringan," ungkapnya dalam pernyataan resmi.

Keputusan krusial tersebut diambil setelah tim melakukan evaluasi mendalam terhadap data lapangan yang menunjukkan kondisi tanpa hujan dalam waktu lama. Sebagai informasi, Pulau Sebatik merupakan wilayah perbatasan unik yang terbagi dua antara kedaulatan Malaysia di bagian utara dan Indonesia di bagian selatannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini, Tarif Rp8.000

Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini, Tarif Rp8.000

Jogja
| Kamis, 26 Maret 2026, 00:37 WIB

Advertisement

Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata

Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata

Wisata
| Minggu, 22 Maret 2026, 16:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement