Advertisement

Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam

Jumali
Rabu, 25 Maret 2026 - 20:57 WIB
Jumali
Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam Pekerja mengangkut pupuk urea produksi PT Pupuk Indonesia - ist/Antara - PT Pupuk Indonesia

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Penutupan jalur strategis Selat Hormuz memicu kekhawatiran serius terhadap pasokan pupuk global, yang berpotensi mengganggu produksi pertanian Indonesia dalam waktu dekat.

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memperingatkan bahwa kondisi ini dapat berdampak langsung pada hasil panen dan stabilitas harga pangan. Wakil Direktur Jenderal WTO, Jean-Marie Paugam, menegaskan bahwa pupuk menjadi isu paling krusial dalam situasi ini.

Advertisement

"Pupuk adalah isu utama yang paling mengkhawatirkan saat ini. Jika tidak ada lagi pupuk, dampaknya tidak hanya pada jumlah produksi, tetapi juga pada harga," ujarnya dikutip dari AFP, Rabu (25/3/2026).

Gangguan distribusi diperparah oleh terhentinya operasional sejumlah fasilitas industri pupuk di kawasan Teluk akibat eskalasi konflik. Kondisi ini membuat negara-negara pengimpor besar seperti India, Brasil, dan Thailand mulai merasakan tekanan pasokan.

Bagi Indonesia, situasi ini menjadi sinyal peringatan serius. Ketergantungan terhadap pupuk untuk menjaga produktivitas lahan membuat stabilitas stok nasional harus dijaga secara ketat agar tidak terjadi kelangkaan di tingkat petani.

Seusai peringatan WTO tersebut, potensi aksi penimbunan oleh sejumlah negara turut menjadi ancaman tambahan. Fenomena ini berisiko memperparah krisis, seperti yang pernah terjadi pada masa pandemi COVID-19.

Jika gangguan berlangsung dalam jangka panjang, siklus tanam global diprediksi terganggu. Dampaknya tidak hanya pada penurunan hasil panen, tetapi juga lonjakan harga pangan yang dapat membebani masyarakat.

Pemerintah Indonesia pun didorong segera mengambil langkah strategis untuk mengamankan pasokan pupuk domestik. Tanpa solusi alternatif, produktivitas pertanian nasional berisiko menurun dan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi masyarakat.

Seusai krisis ini berkembang, peristiwa di Timur Tengah kembali menegaskan bahwa rantai pasok global saling terhubung. Gangguan di satu wilayah kini dapat langsung memengaruhi ketahanan pangan hingga ke tingkat rumah tangga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Arus Balik Usai Puncak, Gerbang Tol Purwomartani Masih Padat

Arus Balik Usai Puncak, Gerbang Tol Purwomartani Masih Padat

Sleman
| Rabu, 25 Maret 2026, 21:27 WIB

Advertisement

Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata

Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata

Wisata
| Minggu, 22 Maret 2026, 16:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement