Terungkap! Pengakuan Peserta KLB Demokrat, Dijanjikan Rp100 Juta Cuma Dapat Rp10 juta

Pimpinan sidang Jhoni Allen Marbun (tengah) didampingi para kader lainnya menjawab pertanyaan wartawan saat Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatra Utara, Jumat (5/3/2021). Berdasarkan hasil KLB tersebut, Moeldoko terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. - Antara/Endi Ahmad
08 Maret 2021 22:37 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menampilkan testimoni peserta kongres luar biasa (KLB) yang digelar di Deli Serdang, Sumatra Utara pada Jumat (5/3/2021).

Peserta KLB Demokrat mengaku diimingi uang Rp100 juta untuk hadir, tapi ternyata hanya mendapat Rp10 juta.

Wakil Ketua DPC Koto Kotamobagu Gerald Piter Runtuthomas mengklaim ikut sebagai salah satu peserta KLB Demokrat setelah diimingi uang mencapai Rp100 juta. Setelah dua kali ajakan, dia akhirnya menuju ke Sumatra Utara tanpa izin Ketua DPC Kotamobagu Ishak.

Kendati pergi ke KLB, Gerald mengaku telah menyampaikan kepada Vecky Lumentut, sosok yang mengajak Gerald bahwa dirinya tidak memiliki hak suara. Akan tetapi Vecky disebut tetap memintanya ikut. Vecky diketahui telah dipecat partai itu sejak 2018.

BACA JUGA: Santunan Kematian di Kota Jogja Naik Jadi Rp3 Juta, Cek Syaratnya!

Dari penuturannya, Vecky mengiming-iming uang total Rp100 juta jika dirinya hadir pada KLB tersebut. Saat hadir di KLB, imbuhnya, akan diberikan 25 persen lebih dulu yaitu Rp25 juta, kemudian sisanya akan diberikan usai KLB yaitu Rp75 juta.

“Total kita dapat uang 10 juta,” ujarnya dalam konferensi pers Partai Demokrat, Senin (8/2/2021).

Dia menjelaskan, usai KLB mereka hanya mendapatkan uang Rp5 juta dari panitia. Setelah mengetahui kenyataannya, para peserta memberontak. Akhirnya, eks kader Demokrat M. Nazaruddin menambah pemberian Rp5 juta sehingga menjadi Rp10 juta.

Sementara itu, Ketua Umum Demokrat AHY menuturkan bahwa pernyataan itu cukup mudah dimengerti dan faktual. Dia mengaku sulit berkata-kata setelah mendengar langsung pernyataan tersebut.

“Tetapi sekali lagi testimoni semacam ini semakin meyakinkan kita semua bahwa apa yang sedang kita lakukan ini adalah untuk menegakkan kebenaran dan keadilan,” katanya.

Menurut AHY banyak kader yang menjadi korban dan merasa bersalah kepada kader lainnya. Dia menyebut di satu sisi kader berat untuk berangkat ke Deli Serdang, di sisi lain mereka dimungkinkan tengah memiliki kebutuhan finansial sehingga mengikuti KLB itu.

Sumber : Bisnis.com