Advertisement
Beras Impor Bulog 2018 Masih Tersisa 381.000 Ton
Pekerja berada di gudang Bulog di Jakarta, Rabu (2/9/2020). - JIBI/Bisnis.com/Nurul Hidayat
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Beras impor yang didatangkan Perum Bulog pada 2018 sebesar 1,8 juta ton masih menyisakan stok 381.000 ton.
Meski telah berusia lebih dari 2 tahun, Bulog memastikan mutu dari beras eks-impor tersebut masih terjaga dan tetap bisa disalurkan.
Advertisement
Wakil Direktur Utama Perum Bulog Gatot Trihargo menjelaskan masih tersisanya beras eks-impor tak lepas dari berhentinya program penyaluran beras sejahtera (Rastra). Jika program tersebut berlanjut, beras sejatinya diperkirakan akan habis.
“Harusnya saat itu stok sisa 600 ton sehingga waktu itu direncanakan beras impor akan habis. Tetapi karena program pemerintah tidak berlanjut, maka bers impor ini masih tersisa,” kata Gatot dalam diskusi virtual yang digelar Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Kamis (25/2/2021).
Meski masih mengelola beras eks-impor dalam jumlah besar, Gatot memastikan kualitas beras tersebut masih baik dan layak untuk disalurkan. Dia menjelaskan bahwa Bulog akan memakai strategis re-processing dan mencampur beras eks-impor dengan beras baru yang diserap Bulog dari petani lokal.
“381.000 ton ini akan kami proses dan nanti akan kami blending dengan beras baru agar lebih pulen karena beras eks-impor asal Vietnam dan Thailand ini jenisnya pera. Komposisinya nanti 1 banding 1 atau 60 persen dan 40 persen beras lama,” jelasnya.
Gatot menegaskan beras lama tersebut dalam kondisi baik dan masih bisa disalurkan sehingga pada saat yang sama Bulog tetap bisa optimal menyerap beras. Dia pun menyebutkan beras lama tersebut tidak akan mengalami proses disposal seperti 20.000 ton beras pada awal 2020.
“Kalau dilihat gudang penyimpanan Bulog bagus semuanya dan kualitas terjaga tidak ada yang busuk. Untuk beras disposal 20.000 ton kemarin itu terjadi di Oku dan rusak karena banjir dan berasal dari beras pengadaan dalam negeri,” kata Gatot.
Stok beras Bulog per 25 Februari 2021 sendiri mencapai 881.415 ton yang terdiri atas 854.558 ton beras untuk public service obligation (PSO) dan 26.857 ton beras komersial. Untuk tahun ini, perusahaan menargetkan penyerapan 1,4 juta ton baik untuk cadangan beras pemerintah (CBP) maupun komersial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BGN Pecat Kepala SPPG Tanjung Kesuma Terkait Dugaan Pencabulan Anak
- YouTuber Resbob dan Bigmo Jadi Tersangka Fitnah Azizah Salsha
- ABK Penyelundup 2 Ton Sabu di Batam Divonis 5 Tahun Penjara
- Update Mudik Lebaran 2026: Masih Ada 2,37 Juta Tiket Kereta Api KAI
- Penetapan Hakim Adies Kadir Dipersoalkan, Begini Amar Putusan MKMK
Advertisement
Rhodamin B Ditemukan di Makanan, Pemkot Jogja Lacak Pemasok
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Bocah Tujuh Tahun Hanyut di Irigasi Kenokorejo Sukoharjo
- KNMP Poncosari Bantul Dilengkapi Pabrik Es dan Gudang Nelayan
- Polisi Ringkus Pelaku Pembacokan Sedayu Bantul
- Penetapan Hakim Adies Kadir Dipersoalkan, Begini Amar Putusan MKMK
- Update Mudik Lebaran 2026: Masih Ada 2,37 Juta Tiket Kereta Api KAI
- Pemecatan AKBP Didik Digelar di Mabes Polri
- Waspada Jalur Mudik Lebaran 2026 di DIY Rawan Longsor
Advertisement
Advertisement








