Wapres Dorong Masjid Istiqlal Jadi Pusat Peradaban Islam

Wakil Presiden Ma'ruf Amin. JIBI - Bisnis/Nancy Junita @najwashihab
23 Februari 2021 12:07 WIB Nindya Aldila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mendorong Masjid Istiqlal agar menjadi pusat peradaban dan budaya Islam di Indonesia usai selesai renovasi pertamanya sejak 1978.

Wapres mengatakan fungsi masjid tidak terbatas sebagai tempat ibadah atau ritual keagamaan lainnya, tetapi juga menjadi simbol dan identitas umat Islam yang turut mewarnai dimensi sosial, ekonomi dan bahkan politik.

“Saatnya kini untuk mengembangkan perangkat lunaknya. Bagaimana menjadikan Masjid Istiqlal sebagai pusat gagasan dan gerakan pembangunan peradaban dan budaya Islam di Indonesia,” katanya dalam acara Milad Istiqlal ke-43, Senin (22/2/2021) malam.

BACA JUGA : Peringati Milad ke-43 Masjid Istiqlal, Yayasan Muslim Sinar

Dia menyebut, masjid merepresentasikan peradaban Islam bagi sebuah bangsa lewat berbagai peran seperti sebagai tempat pemerintahan, tempat pendidikan, tempat peristirahatan bahkan rumah sakit.

Seperti halnya Masjid Sheikh Lutfullah di Isfahan Iran sebagai bukti peradaban Islam di Persia, Blue Mosque di Turki sebagai pusat madrasah pada masa Kesultanan Utsmaniyah di Eropa, dan Masjid Raya Xi’an sebagai bukti masuknya Islam di Asia Timur pada era Dinasti Ming.

Berbicara mengenai peradaban, Wapres kembali mengingatkan cara berpikir yang moderat dan dinamis menjadi penting untuk membangun peradaban Islam di Indonesia.

Sebaliknya, cara berpikir sempit dapat menjadi penyebab banyak negara berpenduduk muslim masih tergolong under developed country dan mengalami ketertinggalan dalam bidang ekonomi, pendidikan, iptek dan bidang lainnya.

“Tempat yang paling baik untuk melakukan penguatan cara berpikir wasathi [moderat] tersebut adalah masjid, karena tidak ada umat Islam yang lepas dari pengaruh masjid,” ungkapnya.

BACA JUGA : Renovasi Masjid Istiqlal Rampung, Telan Biaya Rp511 Miliar

Wapres juga mengungkapkan apresiasinya atas dibangunnya Terowongan Silaturrahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal sebagai representasi Muslim dan Gereja Katedral sebagai representasi Nasrani. Menurutnya, itu bisa menjadi simbol toleransi.

Sebelumnya, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa selama 42 tahun ini, baru sekarang Masjid Istiqlal baru direnovasi secara besar-besaran.

Tidak hanya bangunan, tetapi juga struktur kepengurusan, dan munculnya 41 program baru yang bertujuan untuk memaksimalkan fungsi Masjid Istiqlal dengan paradigma masjid dan umat saling memberdayakan satu sama lain.

“Kita berharap betul Istiqlal akan menjadi imam daripada peradaban dunia islam masa akan datang. Hal ini tentu kita bisa melihat, banyak faktor yang mendukung untuk hal itu,” tuturnya.

Masjid Istiqlal pertama kali dibangun pada 1978 atas inisiasi Presiden Soekarno. Renovasi yang dimulai sejak 2019 ini memakan biaya senilai Rp465 miliar.

BACA JUGA : Masjid Istiqlal Jadi Tempat Kaderisasi Calon Ulama

Lingkup renovasi Masjid Istiqlal mencakup penataan kawasan, pekerjaan arsitektur, mechanical electrical plumbing, pekerjaan interior, dan signage.

Kawasan Masjid Istiqlal seluas 91.629 meter persegi dengan luas bangunan masjid sebesar 80.948 meter persegi memiliki daya tampung sebesar 200.000 orang.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia