Andi Arief Sebut Moeldoko Sudah Ditegur Jokowi

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan ANTARA di Jakarta, Senin (29/6/2020). Moeldoko mengungkapkan Presiden menegur keras menteri-menterinya agar mereka dapat lebih lebih sigap, cepat dan tepat dalam menghadapi dampak pandemi COVID-19. ANTARA FOTO - Akbar Nugroho Gumay
05 Februari 2021 12:47 WIB Fitri Sartina Dewi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Politikus Partai Demokrat Andi Arief menyebut Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko telah mendapatkan teguran dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait isu kudeta Partai Demokrat.

"KSP Moeldoko sudah ditegur Pak Jokowi. Mudah-mudahan tidak mengulangi perbuatan tercela terhadap Partai Demokrat," cuit Andi Arief melalui akun media sosial twitter @Andiarief_, Jumat (5/2/2021).

BACA JUGA : Ini Reaksi AHY saat Tahu Ada Upaya Kudeta di Demokrat

Andi berharap agar Moeldoko tidak mengulangi perbuatannya terhadap Partai Demokrat setelah ditegur Presiden Jokowi. "Mudah-mudahan tidak mengulangi perbuatan tercela terhadap Partai Demokrat," ujarnya.

Lebih lanjut, dia juga menyebut masih ada sejumlah senior partai yang kecewa dan kurang legowo jika Partai Demokrat dipimpin oleh generasi muda seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Buat beberapa senior partai yang kecewa dan kurang legowo dipimpin generasi muda (AHY), kami maklumi. Itu sisa-sisa feodalisme, tugas partai untuk mendidik," ujar Andi.

Sementara itu, isu kudeta Partai Demokrat mencuat setelah Ketum Partai Demokrat AHY membeberkan mengenai adanya gerakan upaya untuk mengambil alih secara paksa Partai Demokrat oleh orang dekat Jokowi di lingkaran istana.

BACA JUGA : Moeldoko Sebut Luhut Juga Disambangi Kader Demokrat

AHY pun mengirim surat ke Presiden Jokowi untuk meminta klarifikasi ihwal dugaan adanya orang pada lingkaran istana yang ingin mengambil alih pucuk kepemimpinan partainya.

Namun, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menegaskan bahwa Presiden Jokowi tidak akan merespons atau menjawab surat permintaan klarifikais yang dikirimkan oleh AHY.

"Kami rasa kami tidak perlu menjawab surat tersebut karena itu adalah dinamika internal Partai Demokrat. Itu adalah perihal rumah tangga internal Partai Demokrat yang semuanya sudah diatur di AD dan ART," jelasnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia