Ini Reaksi AHY saat Tahu Ada Upaya Kudeta di Demokrat

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berjalan saat akan memberikan keterangan pers di kantor DPP Partai Demokrat , Jakarta, Senin (1/2/2021). AHY menyampaikan adanya upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa, di mana gerakan itu melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkaran kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
04 Februari 2021 12:37 WIB JIBI News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Politikus Partai Demokrat Rachland Nashidik menceritakan reaksi Agus Harimurti Yudhoyono menanggapi adanya upaya ambil alih atau kudeta kepemimpinan partainya.

Menurut Rachland, AHY menanggapi dengan tenang adanya gerakan yang disebut-sebut melibatkan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, kader, dan mantan kader Partai Demokrat.

BACA JUGA : AHY Tuduh Kudeta & Moeldoko Balas Menyerang, Ini Rangkuman Faktanya

"Ya ketum terlihat marah, terlihat dari ekspresinya, tapi enggak lantas gebrak meja enggak, tegas saja," kata Rachland kepada Tempo, Rabu (3/2/2021).

AHY sebelumnya menggelar konferensi pers pada Senin (1/2/2021) untuk menyampaikan adanya upaya ambil alih secara paksa kepemimpinan Partai Demokrat kepada publik. Sebelum konferensi pers, AHY menggelar commander's call atau rapat bersama jajaran DPP dan DPD Partai.

Seusai konferensi pers, AHY memimpin rapat terbatas bersama sejumlah pengurus teras partai. Rapat terbatas itu membahas konferensi pers yang baru saja digelar pada hari itu.

BACA JUGA : Demokrat: Upaya Moeldoko Kudeta AHY Terstruktur & Sistematis

Menurut Rachland, AHY menegaskan partai harus tetap solid menghadapi permasalahan tersebut. AHY, kata dia, mengatakan tak masalah jika ada ketidakpuasan di internal partai, kemudian ada yang ingin menjadi ketua umum, bahkan diusung menjadi calon presiden di Pemilu 2024.

"Masalah di internal itu biasa, kalau ada yang ingin jadi ketua umum enggak apa-apa, ingin diusung jadi capres juga enggak apa-apa, tapi jadi kader Demokrat dong, berjuang bersama Demokrat," kata Rachland bercerita. Ucapan AHY ini disebut sedikit mencairkan suasana rapat terbatas.

Seorang sumber lain di internal Demokrat mengatakan AHY menerima langsung pesan Whatsapp dari pengurus Demokrat daerah. Pengurus daerah itu melaporkan adanya upaya penggalangan dukungan untuk menggelar kongres luar biasa (KLB) untuk mengganti AHY dengan Moeldoko.

Menurut Rachland, kabar ihwal adanya upaya-upaya KLB memang sudah terdengar sejak beberapa waktu lalu. Namun, partai merespons intens sejak 28 Januari lalu setelah menerima laporan adanya pertemuan di Hotel Aston, Setiabudi, Jakarta Selatan pada 27 Januari 2021 yang disebut-sebut dihadiri Moeldoko.

BACA JUGA : Mantan Politikus Demokrat Tak Percaya Ada Orang Dekat Jokowi Ingin Gulingkan AHY

Berdasarkan kesaksian pengurus dari Kalimantan Selatan, mereka dikumpulkan di lantai 28 hotel tersebut. Kader Demokrat Jhoni Allen Marbun dan mantan Bendahara Umum Demokrat Muhammad Nazaruddin disebut hadir di tempat itu dan membeberkan rencana kongres luar biasa.

Ketua DPD Demokrat Kalimantan Selatan Rusian mengatakan para pengurus DPC itu dihubungi oleh Jhoni Allen Marbun dan seorang mantan pengurus DPD Demokrat Kalsel. Menurut laporan yang dia terima, kata Rusian, mereka dijanjikan bantuan bencana banjir yang melanda Kalsel.

Sementara itu, menanggapi tudingan yang dialamatkan kepada dirinya, Moeldoko mengatakan tuduhan akan mengkudeta Demokrat seperti lucu-lucuan saja.

"Menurut saya kayaknya ini dagelan aja, kayak lucu-lucuan. Moeldoko mau kudeta, lah kudeta apaan kudeta," kata Moeldoko dalam konferensi pers di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (3/2/2021).