Gerakan Jateng di Rumah Saja Dilaksanakan Pekan Ini

Ilustrasi. - Freepik
02 Februari 2021 19:17 WIB Imam Yuda Saputra News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG—Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) segera merealisasikan program Jateng di Rumah Saja. Bahkan, rencana pelaksanaan program tersebut dimulai pada  akhir pekan ini.

“Hasil rapat dengan para Sekda dan alhamudillah sebagian besar setuju. Kira-kira kita siap di tanggal 6-7 Februari untuk melakukan gerakan di rumah saja secara bersama-sama,” ujar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di rumah dinasnya, Selasa (2/2/2021).

Ganjar mengaku saat ini tengah menyiapkan surat edaran yang akan dikirim ke 35 kabupaten/kota terkait pelaksanaan Jateng di Rumah Saja.

Dalam surat itu, Ganjar juga mengimbau tempat-tempat keramaian tutup selama dua hari pada akhir pekan nanti, Sabtu-Minggu (6-7/2/2021).

Ganjar pun meminta kesempatan tutup itu bisa dimanfaatkan untuk bersih-bersih, sekaligus penyemprotan disinfektan.

“Hanya dua hari saja tempat-tempat keramaian, pariwisata, toko pasar, kita istirahat dulu. Nah nanti pasar-pasar kesempatan kita semprot semuanya biar sekalian bersih, tempat pariwisata juga ditutup dulu,” jelasnya.

Ganjar berharap, pelaksanaan Jateng di Rumah Saja dapat memunculkan kesadaran pada masyarakat. Sebab, pelaksanaan ini takkan efektif tanpa partisipasi masuarakat.

“Sehingga kita harapkan masyarakat dua hari tidak tumpah ruah di jalan, semua ada di rumah dan kita minta partisipasi ini dilakssanakan oleh seluruh masyarakat. Ini sudah disiapkan surat edarannya,” ujar Ganjar.

Ganjar mengatakan, kebijakan ini merupakan respons dari daerah setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pelaksanaan PPKM Jawa Bali tidak berdampak dalam penurunan kasus Covid-19.

“Dan cara itulah yang kira-kira menurut saya penting untuk menterjemahkan apa yang diinginkan oleh pemerintah,” kata Ganjar.

Ganjar pun berharap gerakan Jateng di Rumah Saja bisa memberi pemahaman kepada masyarakat tentang kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Sehingga, gerakan itu akan memberi dampak pada penurunan kasus Covid-19.

“Nah kita mau uji coba. Coba ke ke masyarakat, Covid-19 masih tinggi. Korban sudah banyak, rumah sakit makin penuh. Nah, dengan kondisi ini, maka kita bareng-bareng berpartisipasi latihan dua hari saja. Tanggal 6-7 kita di rumah. Kalau bisa dilaksanakan, siapa tahu Jateng bisa jadi contoh,” tuturnya.

Sumber : JIBI/Solopos