Tiga Sosok Pertama yang Akan Divaksin di Kulonprogo Masih Tanda Tanya

Ilustrasi. - Reuters
11 Januari 2021 13:27 WIB Jalu Rahman Dewantara News Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo masih mendata tiga sosok pertama yang akan mendapat vaksinasi tahap awal di luar tenaga kesehatan (nakes). 

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati mengatakan tiga orang pertama yang bakal mendapat vaksinasi Covid-19 adalah kepala daerah, tokoh organisasi profesi dan tokoh agama atau publik figur. Namun pihaknya belum menentukan tiga sosok tersebut. 

"Sekarang masih pendataan, dan baru akan diputuskan besok Selasa [(12/1/2021)] sembari menunggu koordinasi dengan provinsi," kata Baning kepada awak media Senin (11/1/2021). 

Baca juga: Industri Pariwisata Terdampak PPKM, Singgih Raharjo: Belum Ada Rencana Relaksasi

Setelah tiga sosok itu divaksinasi, baru kemudian menyasar nakes. Adapun pendataan sampai hari ini sudah ada sekitar 3.233 nakes medis dan penunjang pelayanan kesehatan baik itu di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) milik pemerintah maupun swasta di Kulonprogo yang diprioritaskan mendapat imunisasi tersebut. 

Baning menjelaskan untuk pelaksanaan vaksinasi di Kulonprogo rencananya dilakukan paling cepat pada pekan kedua Januari 2020 sesuai dengan aturan pusat. Proses ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama Januari-April 2021 menyasar nakes, SDM pelayanan publik dan kesehatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Tahap kedua Apri-Maret 2022 diperuntukkan bagi masyarakat umum dan pelaku usaha. 

"Tempat pelayanan kesehatan sudah ditetapkan untuk tahap pertama kami menetapkan 24 fasyankes yakni 21 puskesmas, dua rumah sakit pemerintah dan satu klinik bhayangkara milik Polri. Sedangkan RS atau klinik yang lain masih dilakukan assessment apakah pada tahap berikutnya bisa dilibatkan didalam pelayanan vaksinasi ini," ujarnya. 

Baca juga: Partisipasi Aktif Masyarakat Dibutuhkan untuk Penanggulangan Corona

Pelaksanaan vaksinasi di Kulonprogo sendiri akan melibatkan ribuan tenaga vaksinator. Dinkes setempat sebelumnya telah melatih 77 petugas di 24 fasyankes tentang tata cara vaksinasi. Kemudian pada 11-13 Januari dilakukan pelatihan tahap ke dua untuk SDM yang belum dilatih.