Satgas Covid-19: Kita Harus Targetkan Kesembuhan 100 Persen

Petugas medis melakukan rapid tes antigen COVID-19 kepada calon penumpang Kereta Api (KA) di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (21/12/2020). - ANTARA FOTO/Galih Pradipta
01 Januari 2021 13:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -  Pemerintah menargetkan angka kesembuhan capai 100 persen pada tahun 2021.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan 3M memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, serta terus optimistis pada 2021 Covid-19 akan segera hilang dari Indonesia.

"Ke depannya, kita harus mencapai target 100 persen kesembuhan dan menekan angka kematian," kata Wiku dalam Refleksi Akhir Tahun 2020 dan Menuju 2021 Satgas Covid-19.

Wiku menjelaskan, yang menjadi acuan perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia adalah angka kasus aktif, angka kesembuhan dan angka kematian.

Baca juga: Ada Puluhan Kasus Penemuan Mayat dan Meninggal Mendadak di Kulonprogo Sepanjang 2020

Berdasarkan catatan data per 30 Desember 2020, kasus positif terus mengalami peningkatan yang signifikan, hingga jumlahnya mencapai 735.124 kasus.

Lalu, angka kematian diakui cenderung meningkat, namun menurutnya masih dapat ditekan dengan jumlah 21.944 kasus atau 2,9 persen.

Angka kesembuhan juga terus meningkat secara signifikan hingga mencapai 603.741 kasus atau persentasenya 82,12 persen dari pasien terkonfirmasi.

Untuk perkembangan kasus aktif tingkat kabupaten/kota, sangat bervariasi. Ada 27 kabupaten/kota yang perlu mendapat perhatian karena memiliki kasus aktif lebih dari 1.000 kasus.

Sedangkan, untuk kapasitas testing (pemeriksaan) pasien Covid-19 terus mengalami peningkatan. Meski angkanya cenderung terlihat fluktuatif, namun Indonesia pernah meraih pencapain angka testing tertinggi sebesar 96,35 persen dari target yang direkomendasikan World Health Organization (WHO).

"Namun di minggu ini, turun menjadi 83,31 persen. Pemerintah pusat, pemerintah daerah serta masyarakat harus terus berupaya meningkatkan kinerja ini," jelas Wiku.

Baca juga: Hari Pertama di Tahun 2021, Ini Wilayah di DIY yang Diperkirakan Turun Hujan

Kemudian pergerakan zonasi risiko tingkat kabupaten/kota, pergeserannya kata Wiku, lebih kearah zona oranye atau risiko sedang dalam beberapa Minggu terakhir ini.

Fluktuatif

Pada zona merah atau risiko tinggi cenderung fluktuatif, dan zona hijau daerah tidak terdampak dan tidak ada kasus baru, semakin sedikit jumlahnya.

Sebanyak 44 kabupaten/kota telah berada dalam zona oranye selam 16 minggu berturut-turut (6 September - 27 Desember).

Sedangkan 16 kabupaten/kota berada di zona merah selama 4 berturut-turut minggu (6 - 27 Desember).

"Kita berharap di bulan ke-11 (Januari 2021), kita bisa melakukan gebrakan dimana zonasi dapat berubah cenderung ke zona hijau. Kita sudah banyak belajar selama 10 bulan. Sehingga tidak ada yang tidak mungkin, yaitu menurunkan risiko agar Indonesia didominasi zona yang lebih aman," imbuh Wiku.

Sumber : suara.com