Uji Coba Vaksin Pfizer di Inggris Timbulkan Reaksi Alergi

Vaksin buatan Pfizer yang disetujui Inggris
30 Desember 2020 17:47 WIB Rika Anggraeni News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pada hari pertama vaksinasi dengan vaksin Pfizer-Biontech di Inggris, terdapat dua orang dirawat di rumah sakit karena reaksi alergi. Adanya reaksi alergi dari vaksin Pfizer-Biontech kemudian dibuat laporan tentang efek samping dari vaksin tersebut.

Laporan tersebut mendorong pemerintah untuk mengeluarkan arahan tentang siapa saja yang harus menghindari vaksin Pfizer-Biontech dan apa saja bahayanya. Berikut poin penting itu bersumber dari enam dokumen yang dipublikasikan di situs resmi pemerintah Inggris.

BACA JUGA : AS Pelajari Reaksi Alergi dari Vaksin Pfizer-BioNTech

1. Vaksin tidak aman untuk wanita hamil atau wanita yang berencana hamil dalam beberapa bulan setelah menerima vaksin.

2. Vaksin tidak aman bagi mereka yang menderita imunosupresi, yaitu kekebalan lemah akibat mengonsumsi obat-obatan yang menurunkan kekebalan atau memiliki penyakit penekan kekebalan seperti AIDS.

3. Tidak ada tes yang dilakukan untuk menentukan efek samping jangka panjang.

4. Tidak ada tes yang dilakukan untuk menentukan efek samping jika diminum dengan obat jangka panjang.

5. Tidak diketahui apakah vaksin akan menyebabkan kemandulan.

6. Mengambil vaksin tidak akan mencegah Anda dari penyebaran virus tetapi hanya akan mengurangi gejala.

7. Anda tidak dapat menyusui jika Anda menerima vaksin.

8. Vaksin ini belum pernah diuji pada anak-anak dan mungkin tidak cocok untuk remaja di bawah 16 tahun.

9. Vaksin hanya 95 persen efektif, yang berarti 5 persen orang yang mendapat vaksin masih memiliki gejala Covid-19 yang parah. Selain itu, demografi (latar belakang etnis) tidak jelas dan hasil 5 persen tersebut orang dikaburkan, yang artinya tidak tahu apakah 5 persen ini dari etnis tertentu atau bukan.

Sementara itu, artikel yang dilansir dari media Inggris, Independent.co.uk, menuliskan bahwa pemerintah Inggris telah memberikan perlindungan hukum vaksin Pfizer dari penuntutan sebagai akibat dari kerusakan atau efek samping akibat vaksin ini, termasuk kematian.

Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial telah mengonfirmasi bahwa perusahaan telah diberi ganti rugi yang melindunginya dari tindakan hukum sebagai akibat dari masalah apa pun dengan vaksin.

Pada Rabu (2/12/2020), Independent.co.uk, juga memaparkan bahwa para menteri juga mengubah undang-undang dalam beberapa pekan terakhir untuk memberikan perlindungan baru kepada perusahaan seperti Pfizer, memberi mereka kekebalan dari tuntutan pasien jika terjadi komplikasi.

Vaksin akan tersedia untuk siapa saja yang berusia di atas 16 tahun. Tetapi tidak akan tersedia untuk wanita hamil, karena kurangnya data tentang bagaimana vaksin dapat memengaruhi mereka dan bayi.

BACA JUGA : Negara-Negara Ini Sudah Vaksin Massal Covid-19, Indonesia

Dalam konferensi pers dengan wartawan pada hari Rabu, Ben Osborn, direktur pelaksana Pfizer Inggris, menolak menjelaskan mengapa perusahaan membutuhkan ganti rugi.

"Kami tidak benar-benar mengungkapkan detail apa pun di sekitar aspek apa pun dari perjanjian itu dan secara khusus seputar klausul pertanggungjawaban," kata Ben, seperti dikutip Bisnis.com, Rabu (30/12/2020).

Ssaat ditanya mengenai kapan data lengkap uji klinis vaksin akan dipublikasikan, perusahaan menjawab data tersebut masih dikerjakan.

“Publikasi sedang dalam proses. Prioritasnya, tentu saja, harus menjadi pengajuan peraturan ke MHRA, EMA dan FDA. Itu adalah hal terpenting yang perlu kami lakukan. Protokol lengkap dipublikasikan dan tersedia untuk dilihat semua orang dan tim sedang mengerjakan publikasi manuskrip secara paralel dengan pengiriman peraturan," kata Direktur medis Pfizer UK, Dr Berkeley Phillips.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia