Dampak Pandemi Covid-19, Lebih dari 1,5 Miliar Masker Mencemari Laut

Sejumlah pekerja menyelesaikan pembuatan masker medis di PT Multi One Plus, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020). - Antara/Yulius Satria Wijaya.
29 Desember 2020 11:07 WIB Syaiful Millah News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Di masa pandemi Covid-19, warga diwajibkan memakai masker terutama saat berada di luar rumah. Penggunaan masker di seluruh dunia pun meningkat.

Sebuah laporan dari kelompok lingkungan menyatakan bahwa lebih dari 1,5 miliar masker wajah sekali pakai akan berakhir di lautan dunia pada tahun ini. Hal tersebut akan mencemari air dengan berton-ton plastik dan membahayakan satwa laut.

Laporan dari OceanAsia – kelompok pemerhati lingkungan yang berbasis di Hong Kong – mengutip laporan riset pasar global memperkirakan 53 miliar masker dibuat tahun ini untuk memenuhi permintaan yang disebabkan oleh pandemi virus corona.

Baca juga: Enam Kabupaten di Jateng Menutup Semua Objek Wisatanya saat Libur Tahun Baru

Mereka menyatakan berdasarkan penghitungan konservatif yang dilakukan setidaknya ada 3 persen dari masker sekali pakai tersebut yang akan tersapu atau terbawa hingga ke laut dan dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan.

“Masker wajah sekali pakai terbuat dari berbagai plastik yang meleleh dan sulit untuk didaur ulang karena komposisi dan risiko kontaminasi dan infeksi,” kata mereka dalam laporannya, seperti dikutip New York Post, Selasa (29/12).

Laporan itu melanjutkan masker memasuki lautan saat dikotori atau dibuang sembarangan, saat sistem pengelolaan limbah tidak memadai atau bahkan tidak ada, dan ketika sistem pembuangan kewalahan karena peningkatan volume limbah.

Baca juga: Mulai Tahun Depan, Beli Ponsel Baru Kemungkinan Tak Dapat Charger

Dengan setiap masker memiliki berat tiga hingga empat gram, situasinya dapat menyebabkan lebih dari 6.800 ton polusi plastik yang akan memakan waktu sekitar 450 tahun untuk benar-benar dapat terurai, menurut laporan tersebut.

Selain efek berbahaya dari partikel mikro-plastik dan nano-plastik, lingkaran telinga yang elastis pada masker wajah juga dapat menimbulkan risiko lain, yakni kemungkinan terjerat oleh satwa laut liar dan mengganggu aktivitas mereka.

Laporan tersebut mengutip beberapa contoh hewan laut yang terbunuh oleh masker, termasuk ikan buntal mati yang membengkak ditemukan tersangkut di lingkaran masker sekali pakai oleh para sukarelawan yang membersihkan pantai Miami pada Agustus lalu.

Selain itu, nekropsi pada penguin malnutrisi yang ditemukan mati di sebuah pantai di Brasil pada bulan September lalu dilaporkan memiliki tumpukan masker di dalam perutnya.Laporan OceanASia menawarkan rekomendasi yang mencakup penggunaan masker kain, yang dapat digunakan kembali dan dapat dicuci jika dimungkinkan.

Sumber : Bisnis.com