Komnas HAM Belum Beri Kesimpulan Terkait Kasus Polisi Tembak Mati 6 Laskar FPI

Kapolda Metro JayaIrjen Pol Fadil Imran, Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik, dan Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara memberi keterangan pers di kantor Komnas HAM, Jakarta pada Senin (14/12/2020) ihwal kasus penembakan enam anggota FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 beberapa waktu lalu./Bisnis - Nyoman Ary Wahyudi
24 Desember 2020 06:47 WIB M. Syahran W. Lubis News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Beka Ulung Hapsara menegaskan bahwa pihaknya belum sampai pada kesimpulan apakah penembakan enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) melanggar HAM atau tidak.

Dia mengemukakan hal itu melalui akun Twitternya sebagai respons atas munculnya informasi yang menyebutkan dia telah memberi pernyataan bahwa penembakan enam Laskar FPI tidak melanggar HAM.

BACA JUGA : FPI dan Keluarga 6 Laskar yang Tewas Akan Temui Komnas

“Klarifikasi. Saya tidak pernah mengeluarkan statemen/kesimpulan seperti di bawah. Sampai saat ini tim @KomnasHAM masih pada tahap mengumpulkan fakta peristiwa dan keterangan para pihak. Kesimpulan dan rekomendasi baru akan disampaikan ketika semua lengkap dan dianalisa,” demikian cuitan Beka pada Rabu (23/12/2020).

Mengenai kasus itu sendiri, sejauh ini Bareskrim Polri belum menetapkan tersangka dalam kasus penembakan terhadap enam anggota Laskar FPI di ruas Jalan Tol Jakarta - Cikampek KM 50, meskipun sudah 85 orang saksi diperiksa.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa 85 orang itu terdiri dari 7 saksi ahli dan sisanya adalah masyarakat serta petugas jalan tol yang mengetahui dan mendengar insiden penembakan terhadap enam anggota Laskar FPI tersebut.

BACA JUGA : Terkuak! Ini Rekaman Percakapan Laskar FPI Sebelum

"Kita telah meriksa 78 orang saksi dan 7 orang ahli. Kemudian 37 saksi dari KM 50, 22 saksi lain yang ada di sekitar lokasi, kemudian ada 4 orang yang saat ini saksi korban. 12 petugas yang ada di lokasi KM 50, 3 orang perugas dari RS Polri, 2 ahli dari Puslabfor, 3 ahli dari forensik, 1 ahli dari Siber dan 1 ahli pidana," kata Listyo, Senin (21/12/2020).

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia