Wapres Ma'ruf Amin: Bahasa Arab Bukan Eksklusif Umat Muslim

Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan keterangan secara virtual - Twitter/@Kiyai_Ma\'rufAmin
19 Desember 2020 07:17 WIB Oktaviano DB Hana News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Wapres Ma'ruf Amin mengatakan bahasa Arab tidak menjadi bahasa eksklusif kaum muslim.

Hal itu disampaikannya  pada Perayaan Bahasa Arab Sedunia Tahun 2020 yang diselenggarakan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dikutip dari akun Twitter resminya, @Kiyai_MarufAmin, Jumat (18/12/2020), Wapres mengatakan bahwa bahasa Arab memiliki posisi sangat penting bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi pemeluk agama Islam. Pasalnya, bahasa Arab merupakan bahasa Alquran, bahkan menjadi bahasa ibadah serta ritual tertentu.

"Namun bahasa Arab bukan bahasa yang eksklusif khusus untuk muslim, karena juga digunakan dalam ritual esensial pada sebagian gereja Kristen di wilayah Arab. Sejumlah karya penting keagamaan dan pemikiran Yahudi di abad pertengahan pun ditulis dalam bahasa Arab," tulisnya dalam akun Twitter tersebut.

Selain itu, Ma'ruf menjelaskan bahasa Arab juga telah memberikan kesempatan terjalinnya dialog lintas bangsa dan kebudayaan di sepanjang jalur perdagangan darat dan laut, serta menjadi media pengantar yang penting dalam penyebaran ilmu pengetahuan dan inovasi selama periode tahun 750–1258 atau sering ditulis sebagai zaman kejayaan Islam.

"Banyak pula catatan otentik yang membuktikan peran bahasa Arab dalam membantu transfer pengetahuan, sains dan filsafat Yunani serta Romawi di abad pertengahan ke berbagai belahan dunia," jelasnya.

Oleh karena itu, dia berharap bahasa Arab dapat diajarkan secara luas di banyak lembaga pendidikan Indonesia sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar, baik dalam mempererat tali silaturahim kedua bangsa, Indonesia dan Arab, maupun peningkatan kerja sama yang saling menguntungkan dan memberi kemaslahatan bagi semua pihak.

Dia pun menilai perayaan bahasa Arab sedunia ini menjadi kesempatan yang baik untuk lebih mempererat hubungan dengan lebih banyak lagi membangun kerja sama di berbagai sektor.

"Sejarah mencatat bangsa Indonesia memiliki ikatan yang kuat dengan dunia Arab. Mulai dari aktivitas keagamaan, kebudayaan, dan ekonomi. Ikatan yang telah terjalin sejak lama ini diharapkan dapat terus diperkuat di masa mendatang," kata Wapres.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia