Vaksin Covid-19 Gratis, Tak Harus Jadi Anggota BPJS

Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers terkait vaksin Covid/19 di Istana Merdeka, Rabu, 16 Desember 2020 / Youtube Sekretariat Presiden
18 Desember 2020 15:47 WIB Fitri Sartina Dewi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan bahwa vaksin Covid-19 akan diberikan secara gratis ke masyarakat.

Jokowi menyatakan bahwa meski vaksin Covid-19 sudah tersedia di Indonesia, tetapi proses vaksinasi tidak dapat langsung dilakukan karena masih harus menunggu izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Vaksinnya kan sudah datang, tapi untuk disuntikkan ke seluruh warga Idonesia masih menunggu tahapan BPOM. Kalau BPOM sudah kasih izin, bisa langsung disuntikkan kepada masyarakat dan tidak dipungut biaya atau gratis,” kata Jokowi saat menyalurkan bantuan modal kerja di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (18/12/2020).

BACA JUGA : RS di Jogja Belum Sediakan Vaksin Corona

Pada kesempatan tersebut Jokowi juga menegaskan bahwa vaksin Covid-19 bisa diakses secara gratis seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. 

“Jadi tidak ada kaitannya dengan anggota BPJS. Kan ada isu yang divaksin hanya yang anggota BPJS itu tidak, semua keluarga bisa mengikuti vaksinasi, tapi nanti diatur oleh kelurahan atau puskesmas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jokowi menjelaskan bahwa proses vaksinasi nantinya akan dilakukan secara bertahap.

Oleh sebab itu, dia mengingatkan bahwa meski vaksinasi sudah dilaksanakan, Indonesia tidak akan langsung bisa ke kembali ke kondisi normal seperti sebelumnya adanya pandemi Covid-19. 

BACA JUGA : Akun BPJS Kesehatan Aktif Bakal jadi Syarat Vaksin Covid-19

“Banyak sekali yang harus divaksin, memerlukan waktu. Sehingga ketika besok sudah divaksin keadaan tidak bisa langsung normal,” paparnya.

Jokowi pun mengungkapkan bahwa dampak dari pandemi Covid-19 dirasakan hampir seluruh pelaku usaha, baik itu pelaku usaha mikro dan kecil, menengah, hingga pelaku usaha yang besar sekalipun.

Menurutnya, kondisi ini tidak hanya dirasakan oleh Indonesia saja, tetapi juga oleh 215 negara di seluruh dunia merasakan kesulitan yang sama.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia